Tema BKSN 2012 “Menyaksikan Mukjizat Tuhan”


MENGAPA MUKJIZAT?
Dalam karya Yesus, perumpamaan dan mukjizat tidak bisa dipisahkan. Keduanya berkaitan amat erat dan saling menentukan. Keduanya menjadi unsur pokok dari karya publik Yesus. Yang dibuat Yesus dalam pelayanan publik-Nya, praktis hanya ada dua, yaitu apa yang Ia katakan dan apa yang Ia lakukan, atau dengan pasangan kata yang lain, sabda dan karya.

Yohanes pembaptis mengutus dua di antara muridnya untuk menghadap Yesus dengan membawa pertanyaan ini, “Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan seorang lain?” Dan kepada mereka, Yesus memberikan jawaban demikian, “Pergilah, dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu lihat dan kamu dengar: Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi sembuh, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik” (Luk 7,22 bdk. Mat 11,4-5). Ada 2 pelayanan Yesus, yaitu ‘yang dilihat’ atau karya atau tindakan Yesus dan ‘yang didengar’ atau pewartaan atau sabda Yesus

APA MUKJIZAT ITU?
Di dalam Alkitab bahasa Indonesia, beberapa peristiwa luar biasa yang diperbuat oleh Yesus disebut dengan kata “mukjizat” (Mrk 6,2.5; Luk 10,13; 19,37; Mat 13,54). Akan tetapi, kalau kita berpaling pada teks aslinya, maka sebenarnya kita tidak pernah bertemu dengan kata “mukjizat” atau istilah yang dipakai dalam tradisi teologi Latin: miraculum. Dalam injil-injil sinoptik, karya itu biasanya disebut dynameis yang sebenarnya berarti “karya kuasa.” Sama halnya dengan Injil Yohanes. Di dalam injil keempat karya-karya itu disebut erga “karya, pekerjaan” (Yoh 5,36; 10,25.32) atau semeia yang berarti “tanda” (Yoh 2,11; 4,54; 9,16).
Mukjizat Itu?
Peristiwa atau perbuatan yang kurang biasa dan karenanya menarik perhatian dan oleh orang yang percaya dapat dimengerti sebagai pernyataan kekuasaan Allah sebagai penyelamat yang dengan jalan itu dunia menyatakan kuasa penyelamatan-Nya.
Tidak perlu bahwa kejadian atau perbuatan itu tidak dapat diterangkan dengan hukum alam; yang perlu hanyalah bahwa bagi orang yang percaya peristiwa atau kejadian itu dipahami sebagai campur tangan Tuhan.
Makna Mukjizat Yesus
Dasar untuk mengadakan mukjizat: pemberitaan tentang Kerajaan Allah.
Apa yang dilakukan oleh Yesus mewujudkan apa yang dikatakan-Nya tentang Kerajaan Allah yang sudah dekat.
Ia tidak mengadakan mukjizat untuk membela dan menolong diri-Nya sendiri. Dalam hal menyembuhkan penyakit, tindakan Yesus selalu berupa tanggapan atas kepercayaan orang.

Bagaimana Membaca Mukjizat Yesus?
Yang perlu dilakukan: menemukan arti mukjizat yang sedang kita hadapi (baik bagi Yesus dan bagi para penginjil) kemudian mengaitkan arti itu dengan situasi dewasa ini.
Orang sakit : contoh dari orang yang mendengarkan pewartaan Yesus dan mengalami kasih-Nya.
Para rasul : teladan tentang bagaimana menyaksikan Allah yang hadir di tengah manusia untuk menyatakan kehendak-Nya.
Yesus : pribadi yang datang untuk melakukan kehendak Allah yang mengutus-Nya.

Allah dapat mengadakan mukjizat di tengah kita bila Ia menghendakinya.
Yesus memang tidak hadir secara fisik dalam kehidupan kita, tetapi Ia hadir dalam Roh dan kuasa-Nya.
Untuk dapat menyaksikan tangan Allah yang bekerja, perlu iman yang hidup, yang membuka mata kita untuk melihat karya Allah di tengah kehidupan dan untuk mengucap syukur atasnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: