SALIB YANG DIBERIKANNYA TAKKAN MELAMPAUI KEKUATAN KITA


Namaku Melianawati, teman-teman biasa memanggilku dengan Melly atau bu Suntoro (nama suamiku). Aku bukanlah orang yang pandai berbicara di depan umum, oleh karena itu melalui tulisan ini aku ingin sedikit berbagi pengalaman hidupku, pengalaman hidup yang aku rasakan amat berat, namun tetap harus aku hadapi dan aku jalani.
Semua berawal saat kami (aku dan suami) berangkat bersama 31 teman dalam satu rombongan tour ziarah ke Israel bersama Rm Noto Budyo sebagai pembimbing rohani kami pada tanggal 22 Juli 2012 yang lalu. Pagi harinya, kami tiba di Dubai, Uni Emirat Arab, dan kami sempat city tour seharian di sana, dan malam harinya kami menginap semalam di Dubai, untuk kemudian terbang lagi ke Amman (Yordania) keesokkan harinya.
Tak disangka, malam hari itu juga setelah kami cek in di hotel untuk beristirahat, kira-kira pukul 23.30 waktu Dubai, suamiku tiba-tiba menggigil kedinginan dan tak lama kemudian suhu badannya panas tinggi. Singkat cerita, karena kondisinya yang terus menurun sampai keesokkan harinya, aku memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan ke Yordania. Aku memilih untuk tetap tinggal di Dubai dan membawa suamiku ke rumah sakit. Setelah rombongan sampai di bandara Dubai untuk melanjutkan perjalanan, aku dan suami diantar oleh Ali, teman dari travel agent di Dubai ke Rashid Hospital. Sungguh, aku tidak menyangka, kondisi suamiku terus memburuk. Setelah dirawat di ICU selama 3 hari, akhirnya Tuhan memanggil dia pulang ke rumahNYA.
Aku sungguh shock menghadapi kejadian seperti itu, semua harus aku hadapi di saat aku berada jauh di negeri orang, jauh dari keluarga dan teman-teman, semua harus aku hadapi sendiri…. Suatu peristiwa yang terjadi begitu cepat dan aku belum siap untuk menghadapinya.
Disaat aku harus memanggul salibku, aku sungguh bersyukur karena Tuhan tidak tinggal diam, DIA tetap menolong aku. DIA utus malaikat-malaikatNYA, melalui Ali dan Giana teman dari travel agent Dubai, melalui Yvette teman SMA ku dulu, melalui Indra, Ika, Leo dan Yenti, teman dari GBI Dubai, dan melalui pak Zul staf konsulat Indonesia di Dubai. Walaupun kami baru saling kenal, mereka inilah yang mendampingiku, membantuku, menghiburku dan menguatkanku, selama aku di Dubai, sehingga sampai proses pemulangan jenazah suamiku ke Indonesia berjalan dengan lancar.
Aku juga bersyukur karena Tuhan juga telah memberiku keluarga dan teman-teman yang amat baik, mereka selalu mendoakan, membantu dan menguatkan aku, teman-teman rombongan ziarah dibawah pimpinan pak Freddy, yang setiap hari mendoakan suamiku, juga teman-teman dari wilayah St. Paulus PTGGI tempat aku tinggal, yang tidak bisa aku sebutkan satu per satu, mereka sungguh luar biasa… Mereka juga selalu mendoakan kami, mereka semua yang mengurus segala sesuatunya sebelum aku tiba di Jogja, mereka begitu kompak dan tulus, hingga semuanya berjalan lancar sampai dengan upacara pemakaman suamiku. Tuhan ikut campur tangan di dalamnya, segala sesuatu berjalan seperti sudah diatur dan demikian tertata.
Aku juga bersyukur dan amat sangat dikuatkan oleh dukungan, doa dan kehadiran para romo, frater, bruder, Rm Noto, Rm Bono, Rm Yamto, Rm Atas, Rm Haryono, Bruder Hadi, Frater Wegig, Frater Yuyun.
“ Dan bila aku berdiri…tegar… sampai hari ini…bukan karna kuat dan hebatku….”
“ Semua karena cinta…. “
Cinta Tuhan kepadaku yang sungguh luar biasa…
Cinta dan perhatian dari keluarga, teman-teman, sahabat dan kerabat yang begitu tulus…
Semua itu yang menguatkan aku…
Sebuah pelajaran berharga yang boleh aku ambil dari pengalaman hidupku ini adalah, bahwa Tuhan tidak akan pernah memberikan salib pada kita diluar kemampuan dan kekuatan kita. DIA pasti beri jalan dan kekuatan pada kita,melalui sesama kita, teman-teman di sekitar kita, apapun bentuknya. DIA tidak pernah meninggalkan anakNYA yang selalu berharap dan mengandalkan DIA.
Melalui tulisan ini juga, aku ingin ucapkan banyak-banyak terima kasih atas perhatian, dukungan doa dan bantuan berupa apapun kepada romo, frater, bruder, pak Freddy dan teman-teman semua, sehingga semuanya berjalan dengan lancar dan aku bisa tetap tegar dalam memanggul salibku saat ini.
Tuhan sendiri yang akan membalas semuanya.

Terima kasih, Tuhan Yesus memberkati….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: