Pertemuan PPWL Bulan Juli


Pertemuan PPWL bulan ini diadakan pada hari Jumat (13/7) bertempat di panti paroki atas. Pertemuan ini dihadiri sebanyak 82 orang perwakilan dari 44 lingkungan dan 11 ketua wilayah. Pertemuan ini selain dihadiri oleh ketua lingkungan dan ketua wilayah juga turut hadir sie kor dan dirigen dari tiap-tipa lingkungan. Mengingat tema pertemuan ini tentang sosialisasi perubahan yang ada di dalam lagu Bapa kami. Yaitu Bapa kami CSS, Bapa Kami Filipina dan Bapa Kami Kotabaru. Dalam pertemuan ini semua yang hadir diajarkan menyayikan lagu-lagu Bapa kami yang sudah ada perbahan notasi serta lirik yang sesuai dengan TPE. Diharapkan setelah pertemuan ini para sie kor dapat melatihkan kembali ke lingkungan masing-masing. Dan diharapkan, waktu tugas di gereja dapat memberikan contoh yang benar ke umat yang hadir. Agar umat dapat memahami perubahan dan mulai hafal perlahan-lahan tentang perubahan nada dan syair dalam lagu Bapa kami, maka dari sie liturgi gereja sudah merancang selama 3 bulan berturut-turut, lagu Bapa Kami akan dinyayikan selama satu bulan penuh mulai dari Bapa Kami CSS bulan Juli, Bapa Kami Filipina bulan Agustus dan Bapa Kami Kotabaru bulan September. Untuk mempermudah umat lingkungan memahami perubahan yang dari tim liturgi sudah membagikan lagu-lagu Bapa kami yang sudah direvisi.
Selain sosialisasi Bapa Kami, tim liturgi juga mengingatkan kembali tentang jawaban amin, tentang dialog pembuka, serta jawaban-jawaban lain umat yang masih sering salah. Romo Atas selaku pendamping liturgi, merasa senang dengan munculnya dirigen-dirigen baru di lingkungan. Diharapkan para dirigen-dirigen lama di lingkungan untuk terus melatih dan membimbing dirigen-dirigen baru di lingkungan masing-masing.
Dalam pertemuan PPWL bulan ini juga dibagikan oleh-oleh dari para peserta yang mewakili Kongres Ekaristi Keuskupan II yang diadakan di paroki Ganjuran selaku tuan rumah. Peserta KEK II dari Kumetiran yaitu kategori dewasa FX.Djoko Bing dan Y.Kurnia Agung, yang mewakili OMK adalah Chatarina Rika Karunia dan Scholastika Puan Maharani, anak dan remaja diwakili oleh Maria Nikita Mega dan Bernadetta Bening Lestari. Setelah KEK lalu apa yang akan kita lakukan? Harapannya semakin banyak pemahaman kepada umat agar umat semakin mengerti, menghayati dan mencintai ekaristi dan adorasi. Tantangan untuk dapat melakukan adorasi abadi di kapel adorasi Kumetiran juga merupakan sebuah cita-cita yang tetap harus diperjuangkan dengan mulai langkah kecil menata kembali jadwal jaga bakti, serta tak henti-hentinya mengingatkan umat untuk beradoarsi.
Sesi selanjutnya yaitu dari panitia penjaringan prodiakon baru yang mengingatkan batas akhir pengiriman 2 atau lebih nama calon prodiakon yaitu 1 Agustus di sekretariat paroki. Sampai hari ini baru ada 2 lingkungan yang memasukan nama calon prodikon di sekertariat paroki. Bagi lingkungan yang belum menyerahkan nama-nama calon prodiakon, silahkan segera mengadakan pertemuan dengan umat lingkungan masing-masing untuk menentukan calon prodiakon yang akan dikirim ke paroki.
Sesi selanjutnya yaitu dari panita pemilihan dewan paroki Kumetiran, yang juga mengingatkan kembali kepada pengurus lingkungan untuk segera mengumpulkan nama-nama calon pengurus dewan paroki Kumetiran, batas akhir pengumpulan tanggal 22 Juli.
Sigal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: