KONGRES EKARISTI KEUSKUPAN II KEUSKUPAN AGUNG SEMARANG


Tahun ini Keuskupan Agung Semarang kembali mengadakan Kongres Ekaristi Keuskupan, yang ke-2 setelah yang pertama diadakan pada tahun 2008 yang lalu di Ambarawa.
Kongres Ekaristi Keuskupan II (KEK II) dilaksanakan di Kevikepan DIY pada tanggal 22-24 Juni. Peserta yang berjumlah +/- 1250 orang dibagi dalam beberapa kategori,yaitu:
1. Dewasa : di Paroki Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran
2. OMK : di Paroki St. Yakobus Klodran
3. Anak/Remaja : di Paroki Hati Kudus Tuhan Yesus Pugeran
4. Jarkod : di Paroki St Petrus Paulus Klepu
Masing-masing peserta ditempatkan di rumah-rumah umat yang ada di wilayah Paroki-paroki tersebut, untuk lebih mendalami tema KEK II : “Tinggal dalam Kristus dan Berbuah”.(Yoh 15: 1-17)
Setelah sampai di masing-masing Paroki sesuai kategori, peserta KEK II sudah ditunggu oleh pengurus lingkungan dan umat yang akan menerima selama pelaksanaan kongres. Sungguh suatu pengalaman iman yang menggembirakan dan mengharukan melihat penerimaan tersebut. Para pengurus lingkungan dan umat menyambut peserta dengan hangat dan sangat antusias. Mereka sangat gembira karena ikut terlibat dalam pelaksanaan KEK II. Hal ini juga dirasakan oleh semua peserta KEK II. Walaupun belum mengenal, tetapi merasakan suasana kekeluargaan yang begitu hangat. Selain memberikan tempat untuk tidur, mereka juga memberikan fasilitas transportasi menuju tempat pelaksanaan KEK. Ada yang dengan senang hati mengantar dan menjemput peserta, ada yang meminjamkan sepeda atau kendaraan bermotor sebagai alat transportasi.
KEK II dibuka dengan Perayaan Ekaristi di masing-masing Paroki. Di Paroki Ganjuran, Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Julius Kardinal Darmaatmaja; di Paroki Klodran oleh Mgr. A.M. Sutrisnaatmaka MSF (Uskup Keuskupan Agung Palangkaraya), di Paroki Pugeran oleh Mgr.Johannes Pujasumarta.
Selama KEK II, tiap peserta mengikuti sesi acara/kegiatan yang di sesuaikan dengan masing-masing kategori:
– Anak/remaja:
1. Sesi 1 : Pengalamanku Tinggal Dalam Kristus
2. Sesi 2-3 : Outbound : Tinggal Bersama Kristus
3. Sesi 4-5 : Outbound :….dan Berbuah
4. Sesi 6 : Ayo Kita Lakukan Bersama
5. Sesi 7 : Adorasi
– OMK:
1. Sesi 1 : Pengalamanku Tinggal dalam Kristus
2. Sesi 2 : Refleksi dan sharing: Tinggal dan Pengalaman Akan Kristus
3. Sesi 3-4 : Peneguhan dan Apresiasi Ekspresi Iman
4. Sesi 5 : Pendalaman dan Praktek Berbuah
5. Sesi 6 : Perumusan Niat
6. Sesi 7 : Adorasi
– Dewasa:
1. Sesi 1 : Pengalamanku Tinggal dalam Kristus
2. Sesi 2 : Tinggal brsama Kristus: biblis, spiritual dan prakteknya
3. Sesi 3 : Duc in Altum: Tinggal Bersama Kristus bagiku
4. Sesi 4-5 : Berbuah seperti apa, njur ngapa….
5. Sesi 6 : Ayo Kita Lakukan Bersama
6. Sesi 7 : Adorasi
– Jarkod:
1. Sesi 1 : Pengalamanku Tinggal dalam Kristus
2. Sesi 2 : Tinggal brsama Kristus: biblis, spiritual dan prakteknya
3. Sesi 3 : Duc in Altum: Tinggal Bersama Kristus bagiku
4. Sesi 4-5 : Berbuah seperti apa, njur ngapa….
5. Sesi 6 : Ayo Kita Lakukan Bersama
6. Sesi 7 : Adorasi

Karena pusat kehidupan umat kristiani adalah Ekaristi, maka banyak kegiatan dalam KEK II yang berpusat pada Ekaristi serta adorasi. Peserta diajak untuk semakin mendalami, dan menghayati Ekaristi beserta segala bentuk devosinya. Selain itu, sebagai tindakan nyata dalam berbuah, peserta juga mendapat wawasan yang lebih mendalam mengenai kepedulian terhadap sesama dan alam. Tentu saja penyajiannya dilaksanakan dalam bentuk yang berbeda sesuai dengan kategori peserta. Untuk anak dan remaja, lebih ke dalam bentuk permainan dan outbound. Untuk OMK, selain permainan juga diajak meihat/praktek langsung. Sedangkan kategori dewasa mendengarkan pemaparan dan sharing dari pembicara sesuai dengan bidang masing-masing.
Kepedulian kepada sesama di fokuskan kepada kaum difabel, karena di banyak paroki slogan kepedulian terhadap KLMTD (kaum lemah, miskin, tersingkir dan difabel); khususnya difabel; masih sekedar wacana saja. Dalam sesi ini, Bp Sunarman; seorang difabel; memberikan sharing pengalaman tentang difabel dan difabilitas, persepsi dan intervensi masyarakat terhadap difabel dan difabilitas.
Dalam sesi kepedulian kepada alam dan ciptaan-Nya, Bp Iswanto; seorang muslim; menyampaikan pengalaman sebagai salah seorang perintis pengelolaan sampah untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat. Beliau berasal dari kampung Sukunan, Banyuraden,Gamping,Sleman. Sampah yang oleh sebagian besar masyarakat dianggap sebagai masalah, dapat di pilah-pilah kemudian di olah menjadi produk yang bermanfaat. Prestasi yang sudah dicapai antara lain menjadi Juara I lomba program daur ulang nasional Tahun 2004 dan melahirkan jejaring pengelolaan sampah mandiri Propinsi Daerah Istimewa Jogjakarta : “Merti Boemi Lestari” dengan anggota > 150 kampung.
Setelah mengikuti semua kegiatan, peserta diajak untuk merumuskan bersama hal-hal realistis apa yang dapat dilaksanakan di Paroki masing-masing sebagai wujud nyata tinggal dalam Kristus dan berbuah. Setelah itu ditutup dengan adorasi bersama lingkungan masing-masing.
Kemudian semua peserta berkumpul di Gereja Ganjuran untuk mengikuti Perayaan Ekaristi penutup KEK II. Perayaan Ekaristi di dahului dengan para liturgi pada pk.06.00 sampai pk.08.30, kemudian dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi konselebrasi dengan konselebran utama Mgr Johannes Pujasumarta. Hadir pula Mgr Antonio Guido Filipazzi (Dubes Vatikan untuk Indonesia) dan sejumlah Uskup dari beberapa Keuskupan serta romo-romo. Perayaan Ekaristi diakhiri dengan Prosesi Agung menuju Candi Hati Kudus Tuhan Yesus. Semua acara, dari paraliturgi sampai prosesi, dilaksanakan dalam nuansa jawa.
Semua peserta sungguh merasakan bahwa acara KEK II ini sangat bermanfaat dan penuh makna. Selain mendapatkan tambahan wawasan dan pengalaman, peserta semakin diteguhkan dalam memaknai dan menghayati Ekaristi, mendapatkan persaudaraan sejati dari keluarga-keluarga dimana pesertatinggal dan teman-teman dari paroki lain. Hal ini sesuai dengan motto KEK II: “I come, I live in, I learn to do and to feel. So, I really know and understand: Who I am and who you are. But, above all things, we are the members of a big family: the members of one GOD.” (Saya datang, saya hidup di dalamnya, saya belajar berbuat dan merasakan. Maka, saya benar-benar mengetahui dan mengerti: Siapa diriku dan siapa dirimu. Tetapi, di atas segala-galanya, kita adalah anggota satu keluarga besar: anggota satu ALLAH)
yohanes

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: