Kerasulan Doa Paroki Kumetiran


Suatu pagi di bulan Mei 2007, beberapa ibu berdoa di belakang gereja tepatnya di gua Maria Yang Dikandung Tanpa Noda. Hal ini berlangsung hampir setiap pagi. Dan sesudah berdoa di depan gua Maria, kami saling bertanya, “Tadi berdoa apa di gua Maria?” ternyata doa yang kami panjatkan sama yaitu : Kidung Maria, kidung yang diucapkan Bunda Maria ketika mengunjugi Elizabeth dan doa Rosario. Lalu kami berkata satu sama lain, “ Mengapa kita tidak berdoa bersama saja?” dan jadilah esok paginya, kami berdoa bersama. Rasanya sungguh berbeda, enak, bersemangat dan saling mendukung dan kamipun menyampaikan ujub-ujub untuk didoakan bersama, terutama doa untuk gembala gereja, Bapa Paus serta Uskup kami di Keuskupan Agung Semarang.
Jadi sejak 20 Mei 2007 kami menamakan kelompok kami, “Kerasulan Doa.” Semakin lama semakin banyak yang ikut tergabung dalam komunitas ini, yang sudah hampir berjalan selama 5 tahun. Kami berdoa dari hari Senin sampai dengan Sabtu, karena hari Minggu kami misa sendiri-sendiri di gereja, jadi doa kami doakan sendiri-sendiri di rumah. Adapun doa-doa yang kami daraskan ialah : Kidung Maria, Devosi pertobatan untuk Indonesia, Rosario ( rosario St.Perawan Maria, rosario Bunda Penolong Abadi, rosario Air Mata darah, rosario Pembebasan, rosario pertobatan, rosario (kaplet) roh kudus, rosario Yesus, rosario Kanak-kanak Yesus, rosario St. Yusuf, telepon surga), 15 doa St.Birgida dari Swedia, Doa mohon perlindungan santo/santa pelindung secara bergilir, persembahan pagi kepada Hati Kudus Yesus, doa harian keluarga, doa harian FKKD (Forum Komunikasi Kerasulan Doa), doa pembebasan 1000 jiwa.
Agar tak merasa bosan, ada pemandu secara bergantian setiap hari dan doa-doapun dilakukan berantai, jadi rasanya kami benar-benar bersatu di dalam doa-doa yang kami panjatkan. Doa-doa lain ditambahkan menyesuaikan dengan liturgi gereja seperti selama masa pra paskah doa jalan salib singkat setiap pagi, dan 14 hari sebelum jumat Agung ada doa mendengarkan 7 sabda Tuha Yesus menjelang kematianNya. Dan bulan Mei ini didaraskan litani Bunda Maria.
Sekarang anggota kelompok doa ada kurang lebih 20 orang, yang berasal dari berbagai lingkungan dan paguyuban. Untuk menambah anggota rasanya memang sulit karena dilaksanakan setiap pagi kurang lebih satu jam. Setiap hari yang datang juga tak selalu full team dan bervariasi, mengingat adanya berbagai keperluan dari tiap anggota yang tak bisa dihindarkan. Dalam ujub kami, yang tak pernah ketinggalan adalah mendoakan gembala gereja terutama romo-romo paroki dan doa pangilan untuk bekerja di ladang Tuhan, bahkan titipan ujub juga kami doakan bersama.
Sebelum mulai doa dan sambil menunggu anggota lainnya pada kumpul, kamipun gotong royong menyapu dan membersihkan area Gua Maria. Berbekal alat kebersihan berupa sapu lidi, sapu ijuk dan serok yang kami beli secara patungan kami mulai membersihkan pelataran tempat kami berdoa. Kalau sudah bersih dan anggota sudah kumpul, barulah kami mulai doa. Kelompok kerasulan doa ini dibawah bimbingan FKKD dengan ketuanya Bp. D.Djumadi. Bagi umat yang ingin ikut bergabung berdoa tiap pagi bersama kami, silahkan datang dan bergabung bersama kami.
-Ibu Rosa-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: