Pentas Uji Kursus Musik Gereja


Pada hari Rabu (30/5) bertempat di gereja Kumetiran diadakan Pentas Uji Kursus Musik Gereja Pusat Musik Liturgi (PML) Yogyakarta. Acara yang dimulai pukul 18.00 ini menampilkan 8 paduan suara dengan dirigen dan oraganis dari para murid yang belajar di PML. Setelah menjalani tes para murid-murid yang belajar di PML mengadakan pentas yang kebetulan tahun ini bertempat di gereja Kumetiran. Dalam sambutannya Romo Bono menyambut dengan senang sekali diadakannnya acara pentas kursus music gereja. Dalam kesehariannya beliau juga mengatakan senang sekali dengan musik, karena music merupakan salah satu bahasa universal. Tak jarang dalam setiap doa romo juga sering mendahuluinya dengan lagu-lagu pendek. Dengan adanya bibit-bibit baru serta kesediaan dari para kelompok koor yang hadir di tempat ini semua bertujuan sama, agar nama Tuhan semakin dipermuliakan. Petugas baik dirigen, organis serta koor tak jemu-jemu berlatih dengan tujuan untuk melayani umat dan agar nama Tuhan semakin dipermuliakan. Sebelum acara pentas dimulai, terlebih dahulu penonton serta kelompok koor dan para peserta didik PML menyanyikan lagu bersama “Para Warga” (KidungAdi 638) dengan iringan gamelan dari siswa Con Brio. Delapan kelompok paduan suara yang ikut diantaranya; Koor Yesef Benedictus, koor Gereja Kidulloji, koor Fransiskus Xaverius Nandan, koor Maria Bintaran, koor Christophorus Wates, koor Agape Pemkot Yogyakarta, koor Yohanes Paulus dan koor Svara Nubari dari paroki Kumetiran yang membawakan lagu Sembah Nuwun (KidungAdi 671). Setelah kedelapan kelompok kor selesai pentas, Rm.Karl Edmund Prier, SJ selaku pimpinan Kursus Musik gereja memberikan sambutannya. Dalam sambutnnya beliau mengatakan bahwa kekayaan music tradisi di Indonesia sangatlah banyak. Namun kita sendiri kurang menghargai apa yang kita punya. Seperti gamelan, gamelan dengan lagu-lagu bahasa Jawa serta tata peribadatan dengan bahasa Jawa sering dihindari dengan alasan kurang dimengerti. Jika mau serius belajar gamelan seperti adik-adik yang masih usia sekolah dasar, SMP seperti siswa Con Brio tentu tak punya alasan gamelan kurang dimengerti. Sekarang banyak lagu bahasa Indonesia yang dapat dibawakan dengan gamelan. Seperti pentas pada malam hari ini lagu-lagu bahasa Jawa dari Kidung adi namun dapat dibawakan dengan irigan organ dengan nuasa seperti iringan gamelan. Pentas malam hari ini juga sebagai sarana belajar kita, bahwa sangat pentinglah peran organis, dirigen dan koor dalam tata liturgy gereja kita.
Rangkaian acara pentas kursus music gereja triwulan III tahun 2011-2012 ditutup dengan bernyanyi bersama lagu : ”Gusti Banyu Panguripan” KidungAdi 646 dengan irigan gamelan.
-sigal-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: