VISI dan MISI


Tiba-tiba Paulus Waru ngedumel, “Edian, tenan! Wis rekasa-rekasa mengumpulkan teman-teman anggota tim kerja untuk buat rencana program kerja, e….akhirnya didrop.”
“Gak usah marah-marah, Ul. Berapa item sih yang didrop?”
“Ya cuma satu, Magda.”
“Gene, cuma satu. Lha wong rancangan kami yang didrop tiga aja santai, kok. Didrop mung siji wae kok bengok-bengok. Ul….Ul….”
“Lha yang didrop itu merupakan program unggulan kami, je. Satu dua tahun lalu sengaja tidak kami ajukan. Baru di akhir periode ini kami maksudkan sebagi program unggulan. Lha kok malah didrop.”
Kemudian Petrus Noyo nimbrung sembari bertanya, “Lha kok sampai didrop pasti ada alasannya, Ul?”
“Memang ada, sih. Katanya, gak sesuai dengan visi dan misi Dewan Paroki.”
“Sori, Ul. Dua periode ini saya off, alias tidak terlibat aktif dalam kepengurusan, hanya aktif di lingkungan dan wilayah. Jadi, saya tidak hafal dan tidak tahu visi dan misinya. Jangan-jangan kamu dan teman-teman dalam tim kerja cuma sekadar buat kegiatan tanpa mengacu pada visi dan misi?”
Paulus Waru terdiam. Magdalena Dhadhap yang kebetulan membawa catatan visi dan misi Dewan Paroki yang dibuat oleh Dewan Paroki berdasarkan ARDAS Keuskupan Agung Semarang, menunjukkan kepada Petrus Noyo dan membacakannya, demikian, “Visi : Umat Allah paroki HSP Maria Tak Bercela Kumetiran menjadi paguyuban murid-murid Yesus kristus yang semakin signifikan (memikat) dan relevan (bermanfaat) bagi umat dan masyarakat. Misi : Memberdayakan umat semakin terlibat berbagi berkat dengan setia dan tanpa pamrih dalam berbagai kegiatan gereja dan masyarakat khususnya kaum KLMTD sebagai perwujudan buah imannya kepada Kristus.”
Setelah melihat dan mendengar visi dan misi yang ditunjukkan oleh Magdalena Dhadhap, Petrus Noyo bertanya lagi pada Paulus Waru, “Lha sekarang, menurut kamu program tadi sesuai gak dengan visi dan misi Dewan Paroki?”
“Ya, memang nggak sesuai, sih. Tapi, kalau semua kegiatan, termasuk rutinitas peribadatan harus sesuai dengan visi dan misi, sulit lho, Pet.”
“Sesulit apapun, hendaknya seluruh komponen Dewan Paroki beserta tim kerjanya berusaha mewujudkan dan melaksanakan sesuai dengan visi dan misinya, no.”
Thomas Suto yang sejak tadi terdiam kemudian ikut berceloteh, “Untung, Magda. Periode ini saya tidak masuk dalam kepengurusan DP. Agak bebas, gak harus berpikir juga tentang visi dan misi Dewan Paroki.”
“Aneh tenan kamu, Thom.” Magdalena Dhadhap segera menyergap dan sambungnnya lagi, “Biasanya orang merasa senang, bangga dan merasa beruntung bila bisa ikut terlibat dalam berbagai kegiatan. Lha kok kamu malah merasa senang tidak dilibatkan dalam kepengurusan.”
Paulus Waru pun kemudian menimpali, “Nek kabeh umat mung mburu senenge dhewe lan mung gelem nampa matenge dan kemudian apatis seperti kamu bagaimana nanti masa depan dan keberlangsungan dan keberadaan gereja kita, Thom.”
Merasa diserang oleh Magdalena Dhadhap dan Paulus Waru, maka Thomas Suto pun kemudian berargumen, “Gini, lho. Mengapa tadi saya bilang merasa beruntung. Soalnya, akhir-akhir ini saya dikejar deadline harus merampungkan kuliah. Sebab kalau tidak selesai tahun ini, mulai semester depan saya dikenai beban biaya tetap dan variabel sama seperti mahasiswa baru. Bapak saya hanya sanggup membiyayai kuliah saya sampai tahun keempat, sejak tahun kelima sampai sekarang saya sendiri. Namun soal keterlibatan dalam kegiatan, meski sebatas tingkat lingkungan dan wilayah, saya masih sempatkan diri untuk berpatisipasi, kok. Hanya saja saya tidak masuk dalam jajaran kepengurusan.”
Petrus Noyo tahu bahwa kali ini Thomas Suto tidak mengada-ada, maka ia pun mendukung Thomas, “Tidak apa-apa, Thom. Menurutku partisipasi kita dalam kegiatan menggereja tidak selalu harus terlibat dalam kepengurusan. Aktif dalam seluruh gerak umat juga merupakan bukti keterlibatan kita. Iya, kan?”
Thomas dan Magda mengiyakan. Paulus Waru berpamitan sambil berujar, “Duluan, ya. Hari ini saya dan teman-teman se-tim kerja berencana merevisi program kerja agar sesuai dengan visi dan misi gereja kita.”**** (YS)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: