Lilin Perak Telah Berkobar



Apakah kalian tau KTM itu apa? KTM adalah Komunitas Tritunggal Mahakudus. KTM lahir pada tanggal 11 Januari 1987, dan didirikan oleh Rm. Yohanes Indrakususma, O.Carm. Tidak terasa perjalanan KTM sudah cukup panjang, sudah 25 tahun KTM berkembang dengan pesat di seluruh bagian dunia, seperti Amerika Serikat, Canada, China, Autralia, dan juga di Indonesia sendiri.
KTM merayakan HUT ke 25 di Lembah Karmel, Cikanyere, Cipanas, Jawa Barat pada hari Jum’at sampai Minggu tanggal 13 januari – 15 januari 2012. KTM yang telah tersebar di seluruh pelosok dunia, mulai berdatangan dan berkumpul di Lembah Karmel. Kami rombongan dari Distrik Jogja sebanyak 24 orang berkumpul di gereja Kumetiran hari Kamis malam tanggal 12 Januari 2012 berangkat menggunakan bis, tiba di Lembah Karmel esok paginya jam 7. Terlihat pada pukul 10 pagi, para anggota KTM dari berbagai pelosok tanah air mulai berdatangan.

Pada hari Jum’at acara dimulai pukul 5 sore. Diawali puji-pujian dari KTM Muda Mudi Bandung, dan beberapa patah kata sambutan untuk Dr. Ligaya dari Bapa Pendiri KTM, Rm. Yohanes. Dimana Dr. Ligaya adalah Direktur Eksekutif dari Human Life International Asia Pasific yang berusaha memperjuangkan nilai-nilai kehidupan kristiani yang saat ini banyak diserang orang, khususnya Dr Ligaya memberikan sedikit pengajaran tentang Agenda Global melawan kehidupan serta kengerian budaya kematian (Culture of DEATH) : Divorce, Euthanasia, Abortion, Total population control & Homosexual, dan bahaya nya alat-alat kontrasepsi yang sekarang ini beredar luas di masyarakat. Dr. Ligaya menghimbau agar masyarakat menghargai kehidupan yang Tuhan berikan kepada kita. Bayi-bayi yang seharusnya hidup, malah meninggal dengan cara yang menyakitkan, yaitu dengan aborsi. Kebanyakan remaja pada tahun-tahun sekarang ini, memilih meng-aborsi dari pada memelihara bayi-bayi itu demi menutupi aib nya sendiri. Alat-alat kontrasepsi yang sekarang ini beredar di masyarakat, secara tidak langsung dapat menghentikan sebuah proses natalitas yang seharusnya terus saja bertumbuh, bisnis alat kontrasepsi memang menjadi sebuah bisnis yang memiliki omzet yang besar, tetapi apakah nyawa manusia dapat dinilai oleh banyaknya omzet itu?
Pengajaran tentang DEATH (Divorce, Euthanasia, Abortion, Total population control & Homosexuality) berlangsung selama 2 hari, 2 sesi pada hari Jum’at, 13 Januari 2012 dan 2 sesi terakhir pada tanggal 14 Januari 2012. Pada sesi terakhir pengajaran dari Dr. Ligaya pada tanggal 14 Januari 2012 ditutup dengan berkumpulnya para remaja yang hadir untuk bersama-sama mengikhrarkan janji bahwa para remaja akan terus “virgin” sampai ia menikah, kemudian acara dilanjutkan dengan Praise and Worship yang dipimpin oleh KTM Muda-Mudi Jakarta, Praise and Worship ini dibuka dengan 2 lagu pujian dan sharing dari anggota KTM yang telah mengikuti jejak pelayanan KTM selama KTM itu berdiri. Sungguh salut terhadap anggota-anggota yang terus mencintai KTM dari KTM lahir sampai KTM mencapai ulang tahun nya yang ke 25 ini.
Setelah Praise and Worship, sore hari nya, acara yang di tunggu-tunggu pun datang, Misa yang dipimpin oleh Uskup Banjarmasin, Mgr. Dr. Petrus Boddeng Timang, Bapa Pendiri KTM, Rm. Yohanes Indrakusuma, O.carm, dan beberapa Romo CSE. Misa berlangsung meriah, misa dibuka dengan Opera Mini KTM Muda-Mudi Bogor, diiringi oleh Band KTM Cipanas-Cianjur, dan perarakan vandel-vandel dari berbagai distrik yang ada di dunia. Misa berlangsung secara khidmat, dan akhirnya sampailah pada penghujung misa. Sebelum perutusan, Rm. Yohanes memberikan sambutan dan motivasi untuk para anggota KTM yang ada diberbagai daerah, lalu di lanjutkan oleh Bp. Budi Santosa, dan Ketua Panitia HUT KTM ke 25 yaitu Bp. Giovanny Karamoy.
Acara pada malam hari itu diakhiri dengan makan malam bersama dengan Rm. Yohanes Indrakusuma, O.Carm, Mgr. Petrus Boddeng Timang, dan para Tim Gembala Umum , dan dihibur dengan persembahan acara dari perwakilan masing-masing Distrik yang datang. Dan berakhirlah acara pada hari kedua itu.
Hari minggu kami masih bersama-sama, hari terakhir dimana kami dapat lebih saling mengenal anggota KTM yang lain. Hari itu memang kami berpisah secara raga, tetapi didalam hati, kami selalu bersama-sama, akan saling mendukung satu sama lain, dari kota masing-masing. Semoga KTM semakin bertumbuh dan berkembang dalam melayani Gereja. Dan tentu saja sampai bertemu lagi dilain waktu, see yaa…..
Vivit Dominus in Cuius Conspectu Sto
Oleh: Brigitta Rani KTM Muda-Mudi Yogyakarta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: