Sarasehan “Keluarga tangguh, keluarga bahagia”


Panggilan keluarga merupakan panggilan yang bernilai di hadapan Allah. Keluarga berperan melanjutkan karya penciptaan dan saluran kasih Tuhan, dengan hadirnya buah kasih keluarga berupa putra dan putri. Di dalam keluarga pula kekuatan kaum awam dapat dibangkitkan. Keluarga-keluarga yang kuat dalam iman dan perutusan akan menjadi bagian-bagian penguat gereja, dan menjadi pilar-pilar pewartaan kabar gembira Tuhan. Saat ini terdapat kecenderungan semakin banyak keluarga-keluarga bermasalah, mulai dari permasalahan ringan adanya miskomunikasi antar pasangan, sampai masalah berat yang mengarah keperpisahan/perceraian. Untuk turut serta memberikan penguatan kepada keluarga-keluarga muda di lingkungan gereja Hati SP Maria Tak Bercela Kumetiran, bidang paguyuban melalui tim kerja Pendampingan Keluarga bersama dengan kelompok PD Kharismatik dan Marriage Encounter (ME) menyelenggarakan sararasehan dengan tema “Keluarga tangguh, keluarga bahagia” pada hari Minggu 18 Desember 2011 di panti paroki. Narasumber sarasehan adalah romo yang ahli dalam pendampingan keluarga katolik yakni Rm Dr.Al.Purwohadiwardoyo,MSF.
Sararehan dihadiriri oleh kuran lebih 70 orang dari berbagai lingkungan, baik keluarga muda maupun keluarga lanjut usia. Bahkan ada satu peserta dari paroki Klepu. Materi sarasehan meliputi : 1) Ajaran gereja katolik, 2) Hakikat perkawinan, 3) Tujuan perkawinan, 4) sifat perkawinan, 5) Penghayatan perkawinan sebagai sakramen, dan 6) perkawinan campur. Kemudian ditekankan panggilan dan perutusan keluarga katolik, yaitu : 1) menjadi ‘gereja kecil,’ 2) menjadi sel pembangunan gereja, 3) menjadi sel pembangunan masyarakat, 4) menjadi tempat pendidikan yang utama dan pertama, dan 5) menjadi paguyuban kecil yang akrab dengan Tuhan. Peserta disadarkan pula untuk menyikapi dengan benar tantangan dari masyarakat, yaitu kecenderungan masyarakat yang makin materialistik dan sekularistik, dan kondisi bangsa yang Indonesia yang masih memprihatinkan hampir di semua bidang. Romo Purwohadiwardoyo juga menegaskan keluarga harus menghindari/mengatasi faktor-faktor perusak keluarga seperti : kurangnya hormat dan kasih timbal balik, kekerasan hati, ketidaksabaran, ketidakjujuran, ketidaksetiaan, dan ketidakmampuan berkomunikasi. Diskusi dan tanya jawab berlangsung sangat aktif, terutama terkait hukum gereja tentang perkawinan, penyikapan terhadap kawin campur, persoalan-persoalan di keluarga dan penyesuaian perwujudan iman menghadapi tantangan jaman.

Di penghujung acara sebelum berkat dari romo Fl. Hartosubono, Pr masih terdapat beberapa pertanyaan yang diajukan. Aktivitas diskusi kelompok maupun pleno memperlihatkan peserta antusias, dan mendapatkan cukup banyak pencerahaan. Peserta juga menghendaki sarasehan/pertemuan tentang keluarga diadakan kembali bahkan lebih sering. Untuk pertemuan berikutnya, jumlah peserta akan dapat lebih ditingkatkan dengan peran serta ketua lingkungan yang lebih baik.
-Bid.Paguyuban-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: