RAYONISASI LINGKUNGAN


A. Nama Proyek : Rayonisasi Lingkungan
B. Latar Belakang:
Arah Dasar Keuskupan Agung Semarang mengajak semua jemaat paroki untuk membentuk diri menjadi umat Allah Paroki HSP Maria tak bercela Kumetiran semakin signifikan dan relevan bagi umat dan masyarakat. Pada peringatan Hari Paroki ke 67 diadakanlah kegiatan kunjungan Dewan Paroki kepada pengurus Lingkungan yang tergabung dalam satu wilayah. Perjumpaan pengurus Lingkungan yang tergabung dalam Wilayah dengan Dewan Paroki menjadi kesempatan yang baik untuk belajar bersama, saling memberi informasi yang berdampakdampak baik dalam arti memajukan kehidupan di setiap Lingkungan. Pada umumnya setiap pengurus Lingkungan merasa betapa perlunya mengadakan penataan Lingkungan dalam tiga bidang: Tata Kelola Penggembalaan, Administrasi dan Pengeloaan Harta Benda Lingkungan. Pada kesempatan itu semua fihak makin memahami berapa jumlah umat di Lingkungannya, spiritualitas Lingkungan yang menelorkan visi dan misi Lingkungan yang kemudian diterjemahkan dalam program Lingkungan. Ini adalah peluang untuk melibatkan umat awam dalam membangun paguyuban umat Allah di tingkat basis.
Pada kesempatan hari paroki juga diadakan penelitian tentang jumlah umat yang terjangkau melalui pelayanan misa mingguan. Sejauh ini ternyata misa mingguan hanya mampu menjangkau 3.200 dari 8.237 umat. Jadi, masih ada 5584 umat yang tidak terjangkau melalui pelayanan misa mingguan. Dalam bahasa bisnis ini adalah peluang pasar yang menyediakan konsumen berkelimpahan. Masalahnya bagaimana menjangkau sebagian besar, 66% umat ini dengan pelayanan kita? Pelayanan macam apa yang bisa kita berikan? (bahasa bisnisnya produk pelayanan apakah yang bisa kita sajikan?). Pelayanan macam apakah yang signifikan dan relevan untuk mereka? Bagaimana kita menemukan strategi pelayanan itu disampaikan? Bahasa teologisnya bagaimana pelayanan pastoral (cura animarum) kita bisa menjangkau mereka?
Kondisi ini dapat dibuat analisa SWOT sebagai berikut:
Strength :
Rahmat Tuhan yang terus bekerja,
Struktur paguyuban yang hierarkis mapan
Adanya alat berupa PPDP, Pedoman APP, Pedoman Danpamis
Kesediaan beberapa tokoh, sukarelawan untuk membangun Gereja
Areal paroki yang dapat dijangkau dengan mudah baik dengan roda dua maupun roda empat.
Tersedianya tenaga imam
Weakness :
Sumber daya manusia pada tingkat fungsionaris Dewan Paroki Pleno
Kesibukan setiap pengurus – aktivis dalam Gereja biasanya juga aktivis dalam masyarakat.
Transportasi. Gereja paroki Kumetiran sulit dijangkau dengan kendaraan umum sehingga untuk mencapai lokasi orang harus naik kendaraan umum dan ditambah dengan becak atau ojek. Hal ini berarti tambah ongkos untuk transport.
Lahan parkir. Cara lain untuk mencapai lokasi adalah dengan kendaraan pribadi. Tetapi lahan parkir yang tersedia, khususnya untuk mobil sangat kurang. Tidak aneh jika pemakai mobil lebih nyaman pergi ke gereja lain seperti Kotabaru, yang menyediakan tempat parkir luas.
Opportunity :
Kegairahan umat untuk hidup menggereja
Dorongan dari Keuskupan Agung Semarang dengan ARDASNYA
Uskup Agung Semarang pernah mengatakan bahwa kekuatan KAS adalah adanya misa rutin Lingkungan.
Threat :
Kecenderungan masyarakat yang semakin individualis
Kecenderungan masyarakat yang hedonis dan konsumeristis – cenderung mencari kenyamanan dan menghindari kesulitan
Kondisi dunia yang makin menjanjikan kenyamanan dengan harga murah
Persaingan dengan kelompok agama lain
Solusi :
Rayonisasi Lingkungan

C. Tujuan:
1. Memperkuat dinamika Gereja Basis/ Lingkungan, sehingga umat Allah di Lingkungan-lingkungan bisa semakin terjangkau oleh pelayanan dewan.
2. Memberdayakan awam dalam hidup menggereja. Semua orang yang sudah menerima sakramen Penguatan mendapat kesempatan untuk mengembangkan potensi diri bagi sesamanya sehingga hidup ini lebih bermakna.
3. Memberikan pelayanan yang menjangkau lebih luas. Umat yang biasanya tidak pergi ke gereja Kumetiran (entah tidak ke gereja atau ke gereja lain) dapat dijangkau melalui pelayanan Lingkungan karena lingkupnya lebih kecil dan lebih akrab.
4. Memberikan pelayanan yang lebih mendalam melalui katekese umat Lingkungan sehingga iman umat lebih tangguh dan mendalam.
5. Memberikan pelayanan yang relevan dan signifikan kepada umat. Dengan memperkecil Lingkup, pelayanan diharapkan lebih menjab kebutuhan umat.
6. Memberikan pelayanan yang murah hati dan berkualitas bagi umat. Gereja dapat memberikan pelayanan yang murah, bahkan gratis, tetapi tetap berkwalitas sesuai dengan spiritualitas Bunda Maria yang setia melayani tanpa pamrih.
D. Pembagian Rayon:
 Rayon A : Rm. Bono
1. Stasi Bedog
a. Wilayah Bedog = 3 Lk
b. Wilayah Nogotirto = 5 Lk
c. Wilayah Nusupan = 2 Lk
d. Wilayah GAP = 3 Lk
2. Wilayah 12 = 2 Lk
3. Wilayah 13 = 4 Lk
Total = 19 Lk
 Rayon B : Rm. Yamto
1. Wilayah 1 = 4 Lk
2. Wilayah 2 = 3 Lk
3. Wilayah 3 = 4 Lk
4. Wilyah 4 = 3 Lk
5. Wilayah 5 = 3 Lk
6. Wilayah 6 = 4 Lk
Total = 21 Lk
 Rayon C : Rm. Atas
1. Wilayah 7 = 5 Lk
2. Wilayah 8 = 3 Lk
3. Wilayah 9 = 5 Lk
4. Wilayah 10 = 4 Lk
5. Wilayah 11 = 2 Lk
Total = 19 Lk

E. Standard Operating Procedure:
1. Masing-masing Lingkungan yang tergabung dalam Rayon harap membuat program tahunan di bawah bimbingan romo rayon. Dalam program tersebut harap direncanakan kunjungan rutin romo rayon dalam aktivitas-aktivitas Lingkungan, misalnya misa Lingkungan, pelayanan sakramen dan sakramentali, kunjungan umat Lingkungan, rapat-rapat pengurus Lingkungan, pelayanan papa miskin, pertemuan-pertemuan kategori umur dan lain-lain.
2. Masing-masing Lingkungan harap menjadwalkan misa Lingkungan sekurang-kurangnya satu tahun sekali dalam Hari Ulang Tahun Lingkungan sambil melaporkan perkembangan Lingkungan kepada umat. Syukur ada jadwal misa Lingkungan, misalnya 1 x 1 bulan atau 1 x 2 bulan.
3. Dalam misa Lingkungan tidak perlu disediakan stipendium untuk romonya kecuali jika misa tersebut dipimpin oleh romo dari luar paroki, atau ada ujub khusus.
4. Pengurus Lingkungan harap menjadwalkan pertemuan/ rapat Pengurus Lingkungan secara periodik.
5. Urusan Pengantin dilayani oleh Romo Rayon tersebut, kecuali jika romo rayon memenyerahkan kepada romo lain.
6. Pelayanan ujub Sabtu dan Minggu masih seperti biasa, tetap dilayani oleh semua romo. Hal ini dimaksudkan agar kesatuan dengan Gereja Paroki. Sedangkan misa misa ujub di luar hari Sabtu dan Minggu bisa digabungkan dengan misa Lingkungan atau mencari romo di luar paroki dengan sepengetahuan romo rayon.
7. Pelayanan sakramen pengurapan orang sakit berjalan seperti biasa dengan sistem piket.
8. Pelayanan pemberkatan jenazah berjalan seperti biasa dengan sistem piket.
9. Rayonisasi ini akan mulai berlaku sejak Program Dewan 2012 disyahkan, yaitu 5 Februari 2012
10. Rotasi romo akan rayon akan terjadi 1 x 1tahun di awal Program Tahunan Dewan Paroki.
11. Usulan-usulan demi perbaikan rayonisasi masih tetap terbuka dan akan sangat diperhatikan.

Catatan:
Jadwal Piket:
Senin dan Jumat : Rm. Simon Atas Wahyudi
Selasa dan Kamis : Rm. F.X. Suyamto
Rabu dan Sabtu : Rm. Fl. Hartosubono
Minggu : ketiga romo yang sedang tidak bertugas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: