Hal kekuatiran


Ayat emas 1 Petrus 5:7 “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepadaNya, sebab Ia yang memilihara kamu”

Cerita :

Kekuatiran Rico
Dalam suatu kegiatan perkemahan Sabtu-Minggu (Persami), Rico bersama teman-teman satu regunya sedang mengikuti kegiatan mencari jejak. Tiap regu diharuskan menuju tempat yang telah ditentukan oleh panitia. Tak ada peta, tak ada penjelasan kata-kata yang panjang. Yang ada hanyalah sebuah perintah untuk mengikuti tanda berupa kemana arah jalan, yang tersebar dan terpasang entah itu di pohon, di semak ataupun di tempat-tempat lain yang terlihat oleh mata.
Sebelum matahari terbenam diharapkan para peserta sudah menuju tempat yang telah ditentukan. Demikianlah pemberitahuan dari kakak-kakak panitia persami di sekolah Rico. Karena ini pengalaman Rico mencari jejak untuk yang pertama kali, maka ada raut muka kuatir akan kegiatan ini. Jangan-jangan tar kemalaman di jalan, jangan-jangan tar tak sampai ke tempat tujuan, jangan-jangan tar ada tangan usil yang merubah tanda arah jalan.
Rico semakin panik dan kuatir, sadar bahwa dia pemimpin regu yang harus mampu menjaga dan membawa anggotanya agar sampai ke tempat yang telah ditentukan. Maka iapun berdoa bersama teman-temannya, mohon bimbingan dan penyertaan Tuhan. Segala kekuatiran ia serahkan kepada Tuhan. Tak lama sesudah berdoa rasa tenang mulai ada, rasa percaya akan penyertaan Tuhan tlah kembali ada. Hingga akhirnya sebuah peluit panjang menandakan regu Rico harus mulai perjalanan yang panjang.
Sebuah tanda kecil penunjuk arah yang terpasang di berbagai batang pohon mereka ikuti. Tak pernah sedikitpun mata mereka lenggah tuk mencari tanda penunjuk arah. Karena mereka sadar, bahwa lenggah sedikit mereka akan tersesat. Hingga akhirnya menjelang sore regu Rico sampai tujuan dengan selamat tak kurang satu apapun. Rico bersama teman-temannya pun tak lupa berdoa tuk mengucapkan terima kasih kepadapa Tuhan.

Adik-adik tentu pernah merasa cemas dan kuatir, takut inilah…takut itulah. Cemas waktu pembagian raport, jangan-jangan nilainya jelek. Rasa cemas dan kuatir memang tak pernah lepas dari diri kita. Dengan berdoa dan menyerahkan segala kekuatiran pada Tuhan tentu merupakan usaha yang paling baik, daripada terus mengeluh. Ingat selain berdoa, tentu kita juga tak hanya diam dan berpangku tangan, tetap berusaha dengan segala kemampuan yang kita punyai, agar segala kekuatiran dapat kita atasi. Tuhan memberkati.
-sigal-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: