Si kera yang nakal


Rubrik PIA
Ayat emas Matius 6:11 Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya
Cerita :

Si kera yang nakal

Disuatu pagi yang cerah, ada seekor kera nakal yang sedang berjalan-jalan di kebun buah-buahan yang sangat luas milik pak tua, sambil sesekali ia melompat ke dahan-dahan pohon dan memetik buahnya untuk dimakan. Sudah banyak jenis buah yang berhasil ia makan, tapi ketika dia sedang asyik menikmati sebuah apel yang rasanya sangat manis, tak sengaja matanya melirik sebuah pohon yang berbuah lebat dan berwarna merah.
Air liurnyapun menetes membayangkan betapa enaknya rasa buah-buah merah itu yang belum pernah dia cicipi seumur hidupnya.
Akhirnya kera nakal itupun membuang setengah apel yang belum dihabisinya, dan langsung melompat ke pohon berbuah merah itu. Dengan tak sabar, ia memetik beberapa buah sekaligus dan langsung memakannya dengan sangat lahap.
Awalnya dia tak merasakan rasa asli dari buah merah itu, karena dipikirannya saat itu, buah itu pasti mempunyai rasa yang sangat manis dan menyebarkan bau yang sangat harum.
Tapi setelah beberapa saat, ia mulai merasakan sesuatu yang panas di dalam perutnya, dan lidahnya terasa sangat pedas. tak dapat dibendung lagi, air matanyapun mengalir deras.

“Oh, tidak!” jeritnya panik.
“Mengapa aku jadi merasa begini?”

Karena sudah tak tertahankan lagi, kera itu pun berlari-larian mengelilingi pohon itu, yang ternyata merupakan pohon cabai, dan sambil berteriak-teriak, ia terus melompat-lompat seperti kera gila. Mulutnya menganga lebar, wajahnya menjadi semerah cabai yang baru saja dia makan.

“Tolong…, tolong….!!, sh sh sh sh shhah ahhah… perutku panas sekali…, seperti terbakar…!!” Ia terus berlompatan ke sana-kemari.
“Air…, air…, sh sh sh shhah shhah…, aku butuh air…!!” ” Kini dia berguling-guling di atas tanah, sambil terus berteriak-teriak.
Akhirnya tak lama kemudian, si kera nakal itupun jatuh pingsan.

Tak berapa lama kemudian, dari balik pepohonan, seorang bapak tua pemilik kebun tersebut datang menghampiri si kera yang masih pingsan itu.

“Aha, ini dia kera nakal yang suka mencuri buah-buahan milikku!” Kata si bapak tua sambil memondong tubuh si kera, lalu dibawanya ke belakang rumahnya.
Di situ sudah tersedia sebuah sangkar cukup besar untuk meletakkan si kera yang belum juga siuman dari pingsannya.

Setelah kera itu sadar, dilihatnya bahwa kini dia sedang berada di dalam kurungan milik pak tua. Betapa sedih hatinya, dan dia pun menyesali perbuatannya yang terlalu serakah dan tidak pernah merasa cukup.

Nah, adik-adik yang manis, kita sudah membaca kisah kera yang tidak pernah merasa cukup, semua ingin dilahapnya tanpa peduli dengan keadaan sekelilingnya. Dan akhirnya, kera itupun mendapatkan batunya. Kini dia harus tinggal di dalam kurungan setiap hari, dan harus menerima makanan apa saja yang diberikan oleh pak tua. Dia tak lagi bisa memilih jenis makanan yang dia sukai.

Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita dalam doa ‘Bapa Kami’ :
“Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya.”,
bukannya,
“berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang sebanyak-banyaknya.”.
Itu berarti Tuhan menginginkan agar kita tidak menjadi serakah, tetapi selalu bersyukur dengan apa yang ada pada kita. Dan ingat ya adik-adik, jangan sekali-kali kita membuang-buang makanan yang sudah Tuhan berikan pada kita hari ini. , karena kalau kita membuang makanan, berarti kita tidak menghargai dan mensyukuri apa yang Tuhan beri.

Mari kita berdoa :

Dalam nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus, Amin.

Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk tidak menjadi serakah, tapi selalu bersyukur dan menghargai semua yang sudah Tuhan sediakan bagi diriku dan keluargaku, karena Tuhan tahu segala kebutuhanku dan yang terbaik bagi hidupku.
Demi Kristus, Tuhan dan Juru Selamatku. Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: