“Mati Bahagia”


Tuhan tidak akan datang lebih cepat, juga tidak akan datang terlambat. Semua Dia jadikan indah pada waktunya.

Paguyuban Lansia Zakhiel Gereja HSP Maria Tak Bercela Kumetiran, Sabtu silam 19 November 2011 bekerjasam dengan Stasi St. Lidwina Bedog mengadakan Rekoleksi Lansia dengan Tema “Mati Bahagia.” Rekoleksi yang diusung oleh paguyuban Zakhiel ini berlangsung dari pukul 09.00-12.00. “kegiatan ini, memang sudah direncanakan sejak awal tahun, jadi kami pengurus segera merealisasikan,” cerita Pak Karno salah satu sesepuh dari paguyuban ini.
Kegiatan rekoleksi ini memang diperuntukan untuk para lansia dan mempunyai tujuan yang baik, supaya para lansia ini tidak cepat pikun dan tidak kesepian. Senyum bahagia terpancar dari setiap guratan wajah yang sudah mulai menua, namun semangat yang membara tidak menghapuskan keinginan dan hasrat mereka ketika mengikuti gerakan-gerakan senam dari Ibu Jati instruktur senam pagi itu yang juga seorang Muslim. “Paguyuban ini merupakan paguyuban Gereja namun kami terbuka jika ada lansia yang ingin ikut senam namun berbeda keyakinan dengan kami. Ada juga beberapa anggota Lansia ini yang Muslim, mereka tidak ada masalah dan kami pun juga. Malah soyo akrab dan menguatkan,” lanjut Pak Karno dengan antusias bercerita.
Setelah mereka melakukan senam pagi pukul 11.00 disambung dengan Rekoleksi yang diisi oleh Rm. Rukiyanto, SJ. Acara rekoleksi ini dibuka oleh ketua Paguyuban Lansia Zakhiel Ibu Budi dari Wilayah GAP, kemudian untuk memberikan penyegaran kepada para peserta, beberapa orang anggota Paguyuban Zakhiel membawakan sebuah drama singkat sesuai dengan tema rekoleksi siang itu “Mati Bahagia.”
Sebuah tema yang sangat menarik, namun dalam Rekoleksi tersebut Rm. Rukiyanto membawa semua peserta untuk sama-sama menghayati Injil Matius 6:25-24 perihal kekuatiran. Kekuatiran ketika akan menghadapi kematian, “kematian jelas-jelas sebuah kepastian, namun kematian akan berubah menjadi kemulian. Kemulian abadi bersama Allah Bapa, karena kita akan benar-benar bersama dengan Kristus Sang Juru Selamat” terang Rm. Rukiyanto, SJ.
Rekoleksi yang diikuti lebih dari 30 orang ini berjalan dengan lancar, dengan melibatkan interaksi dengan peserta membuat para peserta menjadi bagian dari Rekoleksi ini. Ketika itu Rm. Rukiyanto memberikan penjelasan, “terkadang kita sering tidak bisa menerima ketika kematian merenggut orang yang kita sayangi, menjadi sedih dan berduka, secara fisik memang kehilangan. Namun kekuatan doa menjadi salah satu keyakinan kita sebagai orang beriman yang percaya kepada Kristus Yesus, bahwa Bapa sudah menyediakan kemulian abadi di Surga,” jelas Rm. Rukiyanto, SJ.
Kita tidak perlu khawatir terhadap apapun, karena tangan Tuhan selalu menopang kita maka seperti kutipan Injil Matius 22:34 “Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”
Sukses selalu untuk semua kegiatan Paguyuban Lansia Zakhiel, semoga bisa menularkan semangat bagi paguyuban Lansia Stasi St. Lidwina Bedog untuk dapat membuat kegiatan yang dapat mengakrabkan para lansia di Stasi.
-Vie-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: