“Beriman katolik dalam masyarakat” Pembekalan pemandu Adven



Tema adven tahun 2011 ini mengangkat tema “Beriman katolik dalam masyarakat,” dasar tema dipilih : 1. Berdasarkan Ardas KAS 2011-2015. Prioritasnya, beriman mendalam dan tangguh dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, dan dapat membantu anak, remaja, OMK, dan orang tua menghayati imannya, agar kehidupan kita dalam bermasyarakat menjadi bermanfaat dan signifikan. 2. Konteks hidup. Kita rasakan bersama bahwa tantangan dan permasalahan hidup terus terjadi. Semua menghadapi tantangan dan pergulatan hidup sesuai dengan konteksnya masing-masing. Berharap umat beriman semakin mendalam dan tangguh imannya di tengah pergulatan dan tantangan hidup. Mendalam : percaya penuh pada Allah hingga menaruh seluruh harapan, hidup hanya kepadaNya dan memiliki pengetahuan yang besar dan wawasan yang luas, serta mengenal pokok-pokok iman. Tangguh : memiliki iman itu tidak hanya dasar dari setiap pengambilan keputusan tetapi juga mampu dipertanggung jawabkan secara benar dan tidak tergoyahkan baik oleh disposisi iman pribadinya sendiri maupun ketika berhadapan dengan yang lain. Signifikan : iman yang membuat kehidupan seseorang selalu baru dimanapun orang itu berada. Kehadirannya menjadi tanda sakramental, yaitu tanda kehadiran Tuhan yang berbelas kasih. Relevan : mampu mewujudkan imannya dalam kehidupan nyata di tengah masyarakat. Meskipun dengan tindakan-tindakan kecil dan sederhana yang dapat mengungkapkan kasih.

Kerangka pengolahan sub tema panduan adven ada dua bagian. Yang pertama Adventus : Allah yang menolong dan solider dengan manusia terdiri dari pertemuan satu dan dua. Yang kedua Gerak hidup beriman mendalam tangguh, signifikan dan relevan, terdiri dari pertemuan ketiga dan keempat. Keduanya membantu membentuk konsientisasi hidup beriman. Pertemuan adven dibagi menjadi 4 bagian dalam bentuk sarasehan. Pertemuan 1 : Mendamba Allah sang penolong. Pertemuan ini mendalami Allah memiliki kuasa dan campur tangan dalam hidup. Setiap manusia mempunyai kerinduan akan pertolongan Allah. Sebesar apapun penderitaan selalu mempunyai kerinduan akan Allah. Kesempatan untuk merindukan kehadiran Tuhan yang menyelamatkan. Menyadarkan bahwa Allah senantiasa hadir dalam setiap kehidupan, terutama peristiwa-peristiwa yang kita alami dalam masyarakat kita ini, walaupun didalam peristiwa-peristiwa berat sekalipun. Dasar biblis pertemuan ini adalah Yesaya 63:16b-17;64;1,3b-8. Selain itu kita juga diajak menggali inspirasi kisah. Kisa-kisah nyata dipilih sebagai inspirasi yang mengembangkan pesan biblis. Pertemuan pertama mengajak untuk berbagi pengalaman, ketidak berdayaan. Dan mengajak bagaimana dalam situasi tersebut kerinduan akan pertolongan Allah muncul.

Pertemuan kedua : Solidaritas Allah kepada manusia. Tindakan solidaritas Allah itu diwujudkan dengan kesediaannya untuk menjadi manusia dalam diri Yesus Kristus. Dengan menjadi Allah beserta kita, berarti Allah mengambil bagian dalam kehidupan kita. Memaknai natal sebagai cara Allah mewujudkan solidaritasnya kepada manusia. Inspirasi biblis 1 Yohanes 4 : 10-16. Gambaran umum refleksi, pengalaman krisis iman dan bagaimana campur tangan Allah dalam mengatasinya.

Pertemuan ketiga : Beriman yang mendalam dan tangguh. Iman yang mendalam dan tangguh perlu dikembangkan dalam beriman di tengah masyarakat. Mengajak mengembangkan iman yang mendalam dan tangguh. Iman yang mendalam sangat dibutuhkan pada saat ini. Apalagi hidup beriman di jaman yang memang tak mudah. Inspirasi tokoh Maria dalam Lukas 1:26-38. Pertemuan ini akan mengajak umat merenungkan kedalaman dan keteguhan iman yang dinilai sangat dibutuhkan pada saat ini. Apalagi hidup beriman di zaman yang memang tidak mudah.

Pertemuan keempat : menjadi signifikan dan relevan bagi masyarakat.
Iman itu harus diwujudkan dalam kehadiran dan keterlibatan yang signifikan dan relevan di tengah masyarakat. Inspirasi biblis kisah para penggembala dari Injil Lukas 2:1-20. Sedangkan inspirasi kisah dari seorang ibu yang memberikan hidupnya bagi orang lain, bagi masyarakat sekitar serta gereja.

Gambaran umum proses sarasehan :
Pembukaan : lagu, doa, pengantar tema dan ritus penyalaan lilin.
Mencari inspirasi dan permenungan : inspirasi biblis dan dikembangkan dengan inspirasi pengalaman, peristiwa atau kisah kehidupan.
Refleksi dan sharring pengalaman.
Mendalami pesan, berbagi, pengalaman dan memberikan simpul dan peneguhan.
Penutup
Doa umat, doa penutup dan lagu.
Mengingat materi setiap pertemuan terlalu panjang maka, hal yang perlu disiapkan dalam memandu bahan adven, sebelum sarasehan dimulai alangkah baiknya umat diberikan fotocopy-an inspirasi biblis dan inspirasi pengalaman. Agar sebelum pertemuan umat bisa membaca dan memahami terlebih dahulu. Sehingga pada waktu pertemuan umat paling tidak sudah mempunyai gambaran tentang tema yang lagi diangkat. Pertemuan sosialisasi bahan adven yang diselenggarakan pada hari kamis (10/11) ini dihadiri 40 wakil utusan lingkungan, 68 prodiakon serta pemandu adven paroki-paroki yang ada di rayon kota kevikepan DIY.
-siGal-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: