Bedah Buku The Catholic Way


Dalam rangka HUT gereja Kumetiran salah satu agendanya adalah bedah buku. Bedah buku diadakan sebagai rangkaian ulang tahun gereja kita dengan maksud menambah iman umat katolik agar semakin mendalam. Sebagai narasumber bedah buku ini mengundang Rm.Yos Bintoro,Pr. Dalam penjelasan yang bertajuk The Catholic Way : Kekatolikan dan KeIndonesiaan kita. Mencintai keberagaman dan berani masuk (Terilibat) dalam ketidak jelasan. Buku The Catholic Way hadir untuk menambah khasanah dan bahan bacaan bagi umat katolik. Ajaran katolik sebagaimana disampaikan Mgr. I. Suharyo merupakan buah dari perkembangan wahyu yang termuat dalam kitab suci di bawah bimbingan Roh Kudus dalam tradisi dan wewenang mengajar gereja. Selanjutnya tradisi ini sangat berpengaruh bagi umat karena membentuk jati diri umat dalam meneruskan iman katolik pada generasi berikutnya.
Kehadiran buku yang ditulis Mgr. Suharyo ini membantu orang dalam pemahaman imannya. Pemahaman memberikan kekuatan orang untuk berubah. Jadi yang merubah orang bukan dengan kekuatan, dengan otot, dengan senjata, melainkan dengan pemahaman yang benar. Maka sesuai dengan tradisi gereja selanjutnya tobat sebagai kebalikan dari dosa adalah : proses memahami karena mengalami kebaikan dan anugerah Allah, mengakui dan terbuka akan kegagalan dan mengalami kasih setia dan penyertaan Tuhan. Dengan kata lain pemahaman baru akan kasih Allah dalam situasi kongkret sungguh menggugah orang untuk merasa terpanggil sebagai pelaksana sabda, sekaligus memaknai hidup dalam situasi kongkrit sebagai ajang perutusan.
Di jaman ini umat katolik membutuhkan kontektualisasi antara iman yang dihayati berhadapan dengan realitas dunia yang bisa berbeda bahkan seringkali bertentangan dengan apa yang dihayati. Buku The Catholic Way yang disampaikan oleh Mgr Suharyo memberikan bantuan inspirasi agar perubahan yang terjadi pada umat katolik sungguh perubahan pemahaman iman katolik dari dalam, dari situasi yang menggugah hati. Gereja membentuk wujud dan posturnya dari dalam. dan ternyata yang sangat kuat membentuk gereja adalah yang dari dalam ini, yang dari Roh kudus, yang asli dari pergulatan umat untuk membedakan Roh. Sebab disanalah ternyata cita-cita orang katolik. Hidup dalam dan dari inspirasi Roh Kudus.. Gereja bukanlah sekedar Institutioning Church, melainkan Happening Church. Gereja tetaplah di dasari pada peristiwa dan gerakan dimana pengalaman akan Kristus yang hidup sungguh menjadi inspirasi batin tiada henti dalam setiap gerakan dalam iman Katolik. Dasar kepercayan yang selalu diwartakan Mgr. Ign Suharyo kepada para pembaca adalah mengulas mengenai tiga hal pokok iman katolik yaitu bahwa hidup merupakan suatu anugerah, panggilan sekaligus perutusan. Buku ini mengajak setiap manusia beriman dalam kerapuhannya sekaligus dengan kekuatan rahmatnya untuk bekerjasama menjalankan tugas perutusan mewartakan kerajaan Allah di dunia ini.
-siGal-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: