Sosialisasi Materi Bulan Kitab Suci Nasional 2011 Rayon Kota Kevikepan DIY


Pada hari Senin (8/8) bertempat di panti paroki diadakan sosialisasi bahan untuk pertemuan kitab suci nasional. Pertemuan yang mengundang Rm.Hari Kustono sebagai komisi Kita Suci Keuskupan Agung Semarang dihadiri oleh utusan dari perwakilan gereja rayon kota kevikepan DIY. Tema bulan kitab suci nasional tahun ini mengangkat tema tentang perumpamaan. Kita diajak untuk mendengarkan Tuhan bercerita dengan berbagai macam perumpamaan. “Aku mau membuka mulutKu mengatakan perumpamaan, Aku mau mengungkapkan hal yang tersembunyi sejak dunia dijadikan (Mat 13:35). Ada empat perumpamaan yang dipilih untuk bahan pertemuan kitab suci tahun 2011.
• Perumpamaan tentang orang Samaria yang baik hati (Luk 10:25-37)
• Perumpamaan tentang “yang hilang” (Luk 15:1-32)
• Perumpamaan tentang lalang di ladang gandum (Mat 13:24-30)
• Perumpamaan tentang pengampunan (Mat 18:21-35)

Cara mengajar Yesus yang sering menggunakan perumpamaan dilatar belakangi oleh para Rabi. Karena perumpaan dikembangkan oleh para rabi sesudah perjanjian lama ditutup. Sebelum tahun 587 SM pusat kegiatan umat Israel di Bait Allah dan Taurat. Tetapi ketika tahun 587 SM umat Israel dibuang di Babel maka tak ada lagi bait Allah yang menjadi pusatnya maka hanya Tauratlah yang menjadi pusatnya. Ditempat pembuangan ini taurat diajarkan dengan perumpamaan. Tahun 70 bait Allah dihancurkan total, maka sekarang umat Israel hanya berpegang pada taurat.

Perumpamaan adalah sebuah kisah pendek dari kehidupan sehari-hari yang dipakai sebagai pembanding untuk menjelaskan ajaran tentang kebenaran, nasihat atau moral. Perumpamaan adalah gaya bicara dengan memakai perbandingan.
Perumpamaan yang disebut Yesus terdiri dari :
• Teka-teki (Mar 7:15) Apapun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang itulah yang menajiskannya.
• Pepatah (Luk 4:23), “Tentu kamu akan mengatakan pepatah ini kepadaKU : Hai tabib, sembuhkanlah dirimu sendiri. Perbuatlah di sini juga, ditempat asalMu ini, segala yang kami dengar yang telah terjadi di Kapernaum!”
• Metamorf (Mat 5:13-14) Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.
• kiasan (Mat 13:33) Hal kerajaan surga itu seumpama ragi yang diambil seorang perumpuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya.

Ciri perumpamaan yaitu berupa narasi, bermakna ganda, dimaksudkan untuk meyakinkan pendengar, dan berkaitan dengan nilai religius. Efek dari sebuah perumpamaan, agar para pendengar berpikir, bertanya, dan mempengaruhi cara pandang.
Tujuan perumpamaan yang diajarkan Yesus :
• Perumpamaan dipakai untuk merahasiakan suatu pokok ajaran.
• Perumpamaan dipakai untuk mengajarkan misteri ilahi dalam bahasa manusiawi
• Perumpamaan dipakai untuk memancing sikap penasaran sebagai murid Yesus.
• Perumpamaan dipakai dalam rangka kontroversi.
• Perumpamaan dipakai untuk mengingatkan pendengar akan akhir jaman.
• Perumpamaan dipakai untuk mengajarkan jati diri Allah Bapa dan jati diri Yesus.

Cara Yesus menggunakan perumpamaan :
– perumpamaan dari kehidupan sehari-hari
– disertai dengan pertanyaan retorik
– memakai bentuk afirmasi
– dua pendapat berlawanan untuk mempertajam pesan

Ajaran tentang Yesus mengenai Kerajaan Allah.
Kerajaan Allah atau pemirintahan Allah yang diberikan sebagai karunia. Masuk kerajaan Allah berarti masuk ke jalan kasih karunia. Manusia itu sendiri ikut menentukan datangnya kerajaan Allah. Jika dilingkungan kecil seperti keluarga suasana damai tentram sudah terjadi maka Allah telah meraja di dalam keluarga. Semakin banyak keluarga yang sungguh dapat menghadirkan Allah yang sungguh meraja, semakin cepatlah kerajaan damai terwujud. Yesus mengajarkan Allah sebagai Allah yang murah hati. Dari ajaranNya kita dibimbing agar dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus : bertobat, mengampuni, rendah hati, mempergunakan anugerah, mengasihi dan selalu berjaga-jaga.

Memilih empat perumpamaan yang telah disebutkan diatas karena relevan dengan jaman kita. Yaitu jaman dimana manusia mudah dipecah belah.
1. Perumpamaan tentang orang Samaria yang baik hati. Mengajarkan untuk kita bertindak bagi sesama yang membutuhkan pertolongan. Masyarakat di jaman kita yang mudah dikotak-kotakan berdasarkan etnis, agama, kedudukan, status, kekayaan, pendidikan dan lain sebagainya. Situasi terkotak-kotak tersebut sering membuat orang bertanya, siapakah lawan? Siapakah kawan? Dengan perumpamaan itu Yesus ingin mengajak kita keluar dari pertanyaan siapakah sesamaku manusia? Dan beralih ke pertanyaan “bagaimana aku dapat menjadi sesama, terutama bagi sanak saudara yang lagi membutuhkan.
2. Anak hilang
Mengingatkan kita pada belas kasih Allah terhadap para pendosa. Bapa yang melambangkan Allah Bapa sendiri yang penuh kasih terhadap pendosa.
Anak sulung : mengingatkan kita begitu banyak orang yang merasa diri sudah bersih dan merasa berhak menghakimi dan menghukum orang lain yang dianggap berdosa. Yesus menghendaki kita meninggalkan sikap sombong itu dan menyadari betapa kita sendiri adalah manusia berdosa yang selalu membutuhkan belas kasih dan pengampunan dari Allah.
3. Lalang di ladang Gandum.
Hal kerajaan surga digambarkan sebagai ladang yang tumbuh gandum di antara lalang. Kenapa lalang tidak langsung dicabut ketika tau akan tumbuh diantara gandum? Karena kalau dicabut langsung berarti Allah tak menghendaki para pendosa untuk bertobat. Perumpamaan ini juga mengingatkan kita agar tetap menjadi gandum sampai hari akhirpun tiba. Dan mengajak kita supaya lalang-lalang yang ada menjadi gandum. Bukannya kita yang malah menjadi lalang.
4.Pengampunan
Mengajarkan kepada kita tentang pengampunan yang tiada batasnya. Kenapa kita harus mengampuni? Karena kita terlebih dahulu sudah ditebus dan diampuni olehNya.

Untuk memahami perumpamaan dan bagaimana menafsirkan kita perlu membacanya, menafsirkan dan mencari pesan yang terkandung. Alangkah baiknya jika tiap kali pertemuan umat membawa kitab sucinya. Selamat berproses dan selamat mempersiapkan pertemuan bulan kitab suci.
-siGal-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: