Meneladan Maria MENJADI GEREJA YANG SIGNIFIKAN DAN RELEVAN


Perayaan Hari Paroki Kumetiran yang ke-67 tahun ini terasa beda. Perayaan syukur yang biasanya ditandai dengan misa konselebrasi (Minggu, 14 Agustus 2011) tidak ditindaklanjuti dengan pesta umat. Perayaan ekaristi dan pesta umat akan diselenggarakan pada hari Minggu, 30 Oktober 2011, sebagai penutup perayaan hari paroki. Selama dua setengah bulan umat diajak mengikuti dan terlibat dalam berbagai macam kegiatan, yaitu: novena, kunjungan umat, donor darah, bedah buku, sarasehan tentang nama pelindung paroki, dan penataan kembali adminitrasi kantor sekretariat paroki. Kegiatan-kegiatan tersebut dilaksanakan dengan maksud supaya Gereja Katolik Kumetiran semakin meneladan Hati St. Perawan Maria untuk menjadi lebih signifikan dan relevan. Kehadiran umat katolik diharapkan semakin diterima dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

Masalah kita bersama
Mengapa butuh waktu dua setengah bulan? Sebenarnya gagasan ini sudah lama dan selalu muncul, karena hampir bersamaan waktunya dengan peringatan Hari Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Perayaan Hari Proklamasi yang biasanya diikuti dengan kegiatan di masyarakat juga menuntut keterlibatan banyak pihak, termasuk umat katolik. Kecuali itu selama ini kita selalu dihadapkan kepada permasalahan yang menyangkut nama pelindung paroki.
Maka mulai muncul gagasan lain tentang kemungkinan penggantian nama pelindung paroki, karena alasan ini: Tanggal 15 Agustus adalah Hari Raya St. Perawan Maria Diangkat ke Surga, jadi dirasa tidak cocok dengan nama pelindung paroki. Usulannya adalah: Tetap memakai nama Maria, tetapi Maria yang diperingati pestanya tidak pada bulan Agustus. Ada beberapa pesta Maria yang diperingati oleh Gereja dalam kurun waktu bulan Agustus-Desember, misalnya: Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga (15 Agustus), Pesta Kelahiran Santa Maria (8 September), Peringatan Santa Perawan Maria Berdukacita (15 September), Peringatan Santa Perawan Maria Ratu Rosario (7 Oktober), Peringatan Santa Perawan Maria Dipersembahkan kepada Allah (21 November), dan Hari Raya Santa Maria Dikandung Tanpa Dosa (8 Desember). Sedangkan Peringatan (fakultatif) Hati Tersuci Santa Perawan Maria yang dipilih sebagai pelindung paroki selama ini jatuh pada hari Sabtu ke-3 sesudah Hari Raya Pentakosta, atau hari Sabtu sesudah Hari Raya Hati Kudus Tuhan Yesus yang tanggalnya tidak pernah bisa dipastikan.
Mengapa selama ini dipilih tanggal 15 Agustus sebagai hari paroki? Konon kabarnya tanggal tersebut dipilih untuk mengenang perayaan ekaristi yang pertama kali diadakan di lingkungan wilayah Kumetiran. Kecuali itu diakui bahwa St. Perawan Maria Diangkat ke Surga secara dogmatis merupakan pemadatan atau pengkristalan dari berbagai dogma yang lebih dahulu diumumkan berkaitan dengan keibuan dan kemurnian Maria. Jika Bunda Maria diyakini sebagai “Yang Dikandung Tanpa Noda”, tidak ada alasan untuk membiarkan Maria diam di alam kematian. Maka, tanggal 15 Agustus bagi kita adalah Hari Raya!

Devosi kepada Hati Santa Perawan Maria Tak Bercela
Sejak Abad Pertengahan, Hati Santa Perawan Maria (HSPM) menjadi salah satu sasaran devosi khas di kalangan umat kristiani. Devosi itu tumbuh dengan subur pada abad ke-17, kemudian lebih berkembang lagi pada abad ke-19 berkat pengaruh dan jasa St. Yohanes Eudes. Di kemudian hari devosi HSPM mendapat dukungan luar biasa dari penampakan-penampakan St. Perawan Maria yang terjadi di Fatima (= serupa Lourdes). Fatima menjadi salah satu pusat pertemuan umat beriman yang mencintai St. Perawan Maria secara khusus. Paus Pius XII dalam sebuah amanatnya (31 Oktober 1942) mempersembahkan dunia kepada Hati St. Perawan Maria yang Tak Bemoda. Dukungan Paus Paulus VI dan Yohanes Paulus II terhadap Fatima sebagai pusat para pencinta St. Perawan Maria amat meyakinkan.
Menurut Alkitab, hati adalah pusat hidup rohani, keberanian, wawasan batin, kehendak dan rencana manusia, dan keputusan-keputusan etis manusia sebagai pribadi yang utuh. Sehubungan dengan itu, Maria dinyatakan dengan jelas, bahwa ia “menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya” (Luk 2:19,51). Bahkan ada teolog-teolog tertentu yang menerapkan sejumlah ayat Perjanjian Lama yang bicara tentang hati (mis: Mzm 40:8; Yer 31:33; Yeh 36:26) dan ditujukan kepada St. Perawan Maria dan peranannya secara umum.
Umat Paroki Kumetiran ingin memiliki hati atau kepribadian seperti St. Perawan Maria yang memiliki sifat-sifat atau kepribadian yang layak diteladani, misalnya:

 lman Maria adalah kunci masuk surga. “Berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana” (Lk 1,45). Maria selalu menyimpan Sabda Tuhan dalam hatinya, hal ini tercermin pada kecintaan umat terhadap Kitab Suci.
 Ketaatan Maria terhadap kehendak Tuhan: “Aku ini hamba Tuhan; terjadilah padaku menurut perkataanmu itu” (Lk 1 ,38). Inipun nampak dalam kehidupan umat yang suka berdoa Rosario, berziarah, Legio Maria dsb.
 Kepedulian Maria terhadap orang yang berkesusahan/ kerepotan. Bunda Maria mengunjungi dan membantu bibinya, Elisabeth, yang mengandung dalam bulannya yang keenam dan tidak punya pembantu. Kepedulian Bunda Maria juga nampak dalam perjamuan pernikahan di Kana, Galilea yang hampir kehabisan anggur. Berkat keterlibatan Maria, pesta terselamatkan, ”Per Mariam ad lesum”. Dalam kehidupan sehari-hari, inipun kelihatan dalam solidaritas umat terhadap orang-orang miskin dan berkesusahan.
 Keprihatinan Maria yang mendalam terhadap orang-orang berdosa, terbukti dari penampakkan Maria di beberapa tempat dan selalu menyampaikan pesan yang sama: “Bertobatlah”. Maka, devosi kepada Hati Santa Perawan Maria tak Bernoda layak ditingkatkan, agar dunia dibebaskan dari dosa dan diselamatkan dari peperangan.

Sepanjang sejarah tidak ensiklik khusus mengenai devosi kepada Hati Tersuci St. Perawan Maria, seperti halnya dengan ensiklik Pius XII (Haurietis Aquas) tentang devosi kepada Hati Kudus Yesus. Namun pesta Hati Tersuci St. Perawan Maria boleh dirayakan di seluruh dunia, mengingat devosi tersebut memiliki unsur-unsur yang sangat positif. Hati melambangkan cinta mendalam, dan devosi kepada St. Perawan Maria mau menonjolkan bahwa cinta St. Perawan Maria kepada Allah dan Yesus Kristus Sang Putera sungguh amat mendalam dan meyakinkan.

Akankah Gereja Kumetiran menjadi semakin signifikan dan relevan? Untuk mencapai cita-cita itu, perlu waktu, doa (devosi) dan kesepakatan untuk melangkah bersama. Selamat ulang tahun Gereja-ku, Paroki-ku! Tuhan memberkati kita semua. Amin!

Rm FX Suyamta Pr

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: