Kaum Muda Berliturgi


Kaum Muda Berliturgi

Sejak Konsili Vatikan kedua, Gereja Katolik getol sekali mengadakan pembaharuan-pembaharuan dalam Gereja, termasuk pembaharuan dalam bidang liturgi. Perayaan liturgi mengalami perombakan yang cukup signifikan. Liturgi bukan lagi monopoli para klerus dan orang-orang tertentu, tetapi benar-benar menjadi tanggung jawab seluruh umat. Sudah tidak zamannya lagi, misalnya seluruh Perayaan Ekaristi, apa-apa yang menangani romo: mulai lagu pembuka, bacaan, dan lain-lain. Seluruh umat ambil bagian/partisipasi aktif sesuai bidang dan kemampuannya masing-masing.

Katekese Liturgi
Tidak henti-hentinya gereja keuskupan dan paroki, mengadakan pembelajaraan liturgi. Bahkan setiap bulan Mei, untuk kesekian kalinya, KAS menerbitkan buku katekese liturgi yang dijadikan renungan/pemahaman selama umat berkumpul setiap hari atau berkala untuk berdoa Rosario. Sedikit demi sedikit, tetapi pasti, umat secara pribadi maupun kelompok makin mendapatkan pencerahan. Bahkan dalam pertemuan-pertemuan tersebut terjadi dialog interaktif yang memunculkan berbagai ide penyegaran dalam berliturgi. Mulai dipikirkan bagaimana liturgi yang “klasik” tetap menarik dan relevan untuk zaman ini. Kalau ada yang tidak minat dengan liturgi, patut dipertanyakan ada apa dengan liturgi Gereja Katolik saat ini?

Minat Berliturgi
Dalam satu pertemuan komunitas pastoran, pernah coba dicermati: berapa rata-rata tiap minggunya umat ke gereja. Dengan hitungan maksimal, ditemukan jumlah 4000-an setiap minggunya, umat kita ke gereja; di gereja pusat (4x misa), di Bedhog dan Asmi Bener. Lalu kemanakah yang separo lebih (5000-an) setiap minggunya? Sementara pada hari-hari raya, umat kekurangan tempat duduk, mereka rela di luar gereja, bahkan mau berdiri. Pencermatan ini baru untuk liturgi Ekaristi mingguan. Belum ada data aktivitas dan kehadiran umat dalam perayaan-perayaan di luar Ekaristi hari Minggu.

EKM dan Kaum Muda
Cukup menggembirakan bahwa EKM tahun ini mengalami kemajuan. Mulai ada keseriusan menyiapkan dan penertiban melaksanakannya. Masing-masing wilayah dengan segala daya kreasinya mencoba menawarkan gagasan refleksi tematis. Dibutuhkan pendampingan dan empowering terus menerus bagi kaum muda kita.
Pertanyaan sekaligus tantangan untuk kaum muda; apakah semangat dan minat ber- EKM yang lingkupnya kecil bisa diterakan dalam lingkup yang lebih luas? Misalnya, terlibat dalam lingkungan dan wilayah ketika berliturgi, ketika ada tugas-tugas di gereja. Disinyalir (mudah-mudahan tidak benar) mudika kita hanya bersemangat ketika EKM, itu pun tidak semua. Maaf jika sinyalemen ini tidak benar, tetapi jika benar, bukankah ini menjadi tanggung jawab kita bersama!

Tuntutan Hidup Zaman Ini
Kaum muda Katolik sejati adalah kaum muda yang antara lain tidak melepaskan diri dari ritme hidup Katolik, (1) punya kekuatan dasar untuk berkembang, (2) membawa nilai-nilai keutamaan Katolik, (3) terlibat dalam kehidupan Gereja dan masyarakat secara seimbang, (4) punya cita-cita dan kehendak yang kuat, (5) dan lain-lain.
Liturgi merupakan satu dari keempat bidang hidup Gereja (Liturgi, Pewartaan, Pelayanan, dan Paguyuban). Namun dari liturgilah kita menimba inspirasi sabda Tuhan, menimba kekuatan dari rahmat Allah, dan menimba kesegaran untuk tetap bersemangat mengabdi Tuhan, melayani sesama, dan meraih masa depan yang lebih baik.

Kita berharap dan berdoa agar kaum muda kita mempunyai militansi seperti Yesus dan murid-murid-Nya, yang bisa menjadi significator dan relevator Gereja abad ini.

-Rm.Atas-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: