Komkep KWI dukung 4 pilar


Komkep KWI Dukung 4 Pilar
28 Juni 2011 13:50 WIB

Anak-anak muda Katolik yang tergabung dalam Komkep KWI mendukung
sosialisasi 4 Pilar. Menurut mereka, bangsa ini akan survive bila 4
Pilar hidup kuat di tengah masyarakat. Bagi Komkep KWI, 4 Pilar sudah
final.

Materi 4 Pilar, yakni Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan
Bhinneka Tunggal Ika, ternyata menjadi hal yang penting bagi Komisi
Kepemudaan Konferensi Waligereja Indonesia (Komkep KWI). Bukti dari
pentingnya materi 4 Pilar, Komkep KWI menjadikan 4 Pilar sebagai salah
satu substansi dalam program Pendidikan Politik bagi Orang Muda
Katolik (OMK). Komkep KWI mempunyai landasan bahwa OMK tidak ingin
menjadi generasi yang buta terhadap 4 Pilar. Komkep KWI ingin agar OMK
Indonesia bahu membahu bersama elemen masyarakat lainnya mewujudkan 4
Pilar.

Untuk lebih menyatakan keseriusan akan dukungan terhadap 4
Pilar, sebanyak 13 pengurus Komkep KWI pada 28 Juni 2011 mengadakan
audensi dengan pimpinan MPR. Delegasi yang dipimpin oleh Pastor
Yohanes Dwi Harsanto Pr diterima oleh Ketua MPR Taufiq Kiemas dan
Wakil Ketua MPR Hajiryanto Y. Thohari dan Melani Leimena Suharli di
Ruang Rapat Pimpinan MPR, Lt. 9, Gedung Nusantara III, Komplek Gedung
MPR/DPR/DPD, Jakarta.

Dalam pertemuan itu, Yohanes Dwi Harsanto Pr mengungkapkan,
sejak kedatangan para pimpinan MPR ke KWI, beberapa waktu yang lalu,
untuk bersama-sama mengajak induk organisasi ummat Katolik di
Indonesia bersama-sama melaksanakan sosialisasi 4 Pilar, hal itu
menjadi pikiran Yohanes Dwi Harsanto Pr apa yang bisa disumbangkan
Komkep KWI kepada bangsa dan negara.

Dikatakan oleh pria asal Jogjakarta itu, jumlah generasi muda di
Indonesia prosentasenya mencapai 60% sehingga begitu strategis untuk
melaksanakan sosialisasi 4 Pilar. Menurutnya, Komkep KWI mencanangkan
program penyadaran hidup berbangsa dan bernegara. “Ini penting sebab
setelah era reformasi, pendidikan formal di sekolah-sekolah sudah
bergeser,” ujarnya. Hal inilah yang membuat keprihatinan Komkep KWI.
Untuk itu Komkep KWI selalu mendukung 4 Pilar.

Dikatakan, organisasi yang beralamat di Jl. Cikini II No. 10,
Jakarta, ini selalu bersemangat dalam menyelamatkan bangsa dan negara.
Saat ini diakui, ada pihak-pihak tertentu yang ingin mengeliminir
ideologi bangsa. Bagi Komkep KWI, masalah ideologi bangsa, Pancasila,
sudah dianggap final. Dirinya mengutip tokoh nasional Katolik
Soegijapranatha yang mengatakan, “Kami 100% ummat Katolik dan 100%
orang Indonesia,” ujarnya.

Apa yang disampaikan oleh Yohanes Dwi Harsanto Pr itu dikuatkan
oleh Pastor Guido Suprapto. Menurut pria asal Sumatera Selatan itu,
kedatangan Komkep KWI ke MPR sebagai bukti dukungan konkret atas apa
yang selama ini dilakukan oleh MPR, yakni sosialisasi 4 Pilar. “Dalam
soal 4 Pilar, Komkep KWI tidak perlu diragukan lagi,” ujarnya.

Dikatakan oleh Guido Suprapto, di KWI ada komisi khusus yang
dibentuk untuk menumbuhkembangkan cinta kepada bangsa dan negara.
Komitmen KWI kepada 4 Pilar disebut juga bukan hal yang baru lagi,
sebab pada Sidang KWI pada tahun 2005 ada satu rekomendasi yakni untuk
memperbaiki kondisi bangsa yang sedang carut marut adalah dengan 4
Pilar. “Ini rekomendasi yang penting dan generasi muda menjadi lini
terdepan dalam sosialisasi 4 Pilar,” ujarnya.

Kedatangan Komkep KWI ke MPR dikatakan oleh Guido Suprapto
sebagai langkah yang baik untuk membangun sinergitas yang kerja sama
antara Komkep KWI dan MPR. Akhirnya Guido Suprapto menyimpulkan bahwa
4 Pilar sudah final. Untuk itu bagaimana yang final ini harus menjadi
kerangka untuk hidup bersama. “Kami berkeyakinan bangsa ini akan
survive bila 4 Pilar kuat dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Paparan dari delegasi Komkep KWI disambut baik oleh para
pimpinan MPR. “Terima kasih atas masukan yang luar biasa,” ujar Taufiq
Kiemas. Taufiq Kiemas pun mengucapkan terima kasih atas kedatangan
Komkep KWI ke MPR. Menurutnya kedatangan kalangan muda Katolik itu
menunjukan bahwa kunjungan yang telah dilakukan para pimpinan MPR ke
KWI beberapa waktu yang lalu tidak sia-sia. “Dengan anak-anak muda
kita bisa membumikan Pancasila,” ujar Taufiq Kiemas.

Dalam masalah sosialisai 4 Pilar, diakui oleh Taufiq Kiemas
bahwa gerakan ini tidak akan mungkin bergerak bila tanpa didukung
anak-anak muda. “Sosialisasi akan berhasil kalau didukung anak-anak
muda,” ujarnya. Untuk itu dirinya senang Komkep KWI datang ke MPR yang
menyatakan dukungannya kepada MPR dalam mensosialisasikan 4 Pilar.

Sambutan positif juga disampaikan oleh Hajriyanto Y. Thohari.
Menurutnya berbagai pikiran yang disampaikan Komkep KWI sangat
positif. Hajriyanto Y. Thohari mengakui sepakat dengan apa yang
dikatakan oleh kalangan anak muda Katolik 

 bahwa sosialisasi 4 Pilar
harus dilakukan secara terus menerus. Untuk itu dirinya menyambut baik
dan menawarkan kerja sama dalam melakukan sosialisasi 4 Pilar.

Hajriyanto Y. Thohari mengakui pentingnya peran-peran organisasi
keagamaan. Untuk itu perlunya diintensifkan kerja sama dengan
organisasi keagamaan seperti Komkep KWI. “Kita sangat membuka peluang
untuk kerja sama sosialisai 4 Pilar dengan Komkep KWI,” ujarnya.
Dikatakan MPR mempunyai banyak program dan metoda dalam melakukan
sosialisasi 4 Pilar. “Banyak juga program sosialisasi 4 Pilar dari MPR
untuk anak-anak muda,” paparnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: