ruwatan 28 Jui 2011


pemotongan rambut

wayangan dengan lakon Murwakala

pemberian kain putih

sungkeman

koor

karawitan Kumetiran

suasana di dalam gereja

inkulturasi budaya

peserta ruwatan

prosesi perarakan muter gereja

Ruwatan Bocah Sukerta dan Perayaan Ekaristi

Sebuah upacara tradisi Jawa yang coba untuk kembali dilestarikan, tetapi kali ini dilakukan di dalam gereja. Untuk pertama kalinya pada hari Selasa (28/6) gereja Hati Santa Perawan Maria Tak Bercela Kumetiran mengadakan Ruwatan bocah sukerta. Ruwatan berasal dari kata “ruwat”, kata “ruwat” diambil dari kata “luwar”, yang berarti terbebas atau terlepas. Secara tradisi maksud diselenggarakan upacara ruwatan ini adalah agar seseorang yang “diruwat” dapat terbebas atau terlepas dari ancaman mara bahaya (mala petaka).Seseorang yang oleh karena sesuatu sebab ia dianggap terkena sukerta maka ia harus diruwat. Tradisi kepercayaan yang dimiliki masyarakat Jawa, bahwa seseorang yang terkena sukerta akan mengalami kesialan dalam kehidupan duniawinya, karena itu usaha yang dilakukan oleh masyarakat Jawa dengan mengadakan upacara ruwatan tersebut tak lain adalah untuk melindungi manusia dari segala ancaman bahaya dari kehidupannya di dunia. Sebuah inkulturasi budaya dari tradisi jawa dan liturgi gereja terbalut dalam nuansa yang begitu sakral. Lilin Paskah dan bejana baptis bersanding dengan perlengkapan ruwatan. Begitupula dengan geber buat wayang kulit di atasnya terdapat sebuah salib.
Dalam acara ini sebagai juru ruwat Ki Mas Lurah Cermo Sutejo dan Rm.Simon Atas Wahyudi,Pr. Acara yang dimulai pukul 17.00 diawali dengan kirab peserta ruwatan sebanyak 68 orang mengitari gereja. Kemudian dilakukan berbagai prosesi seperti sungkeman dengan kedua orang tua serta pemberian perlengkapan lainnya. Selanjutnya diadakan pergelaran wayang kulit dengan judul Murwakala. Berlangsung kurang lebih 4 jam. Dan sekitar pukul 21.00 dilanjutkan dengan pemotongan rambut para peserta ruwatan oleh Romo Atas. Setelah dipotong rambutnya, lalu ritual siraman. Penyalaan lilin dari sumber cahaya lilin paskah menjadi penanda suka cita setelah di ruwat. Sebagai puncak dari acara ruwatan ini diadakan perayaan ekaristi turut serta romo Bono dan romo Suyamto mendapingi romo Atas dalam memimpin perayaan ekaristi yang berakhir pukul 22.30.
-siGal-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s