Pembekalan Dirigen dan Pemazmur Lingkungan


praktek drigenSebanyak kurang lebih 30 orang hadir dalam undangan pembekalan dirigen dan pemazmur lingkungan yang diselenggarakan oleh Gregorius Caecilia dan Pemazmur paroki Kumetiran pada hari Minggu 22 Mei bertempat di panti paroki atas. Walaupun yang ikut ambil bagian dalam pertemuan malam itu belum sepenuhnya lingkungan-lingkungan yang ada di paroki Kumetiran hadir, tetapi tidak menyurutkan semangat peserta yang hadir untuk mengikuti pembekalan. Pembekalan kali ini tidak hanya sekedar mendengarkan pemaparan singkat dari Bp.Antonius Widyarto yang akrab dipanggil dengan pak Tonie, selaku pemberi materi dirigen, tetapi peserta yang hadir juga diminta praktek. Materi pembekalan kali ini dibagi menjadi 2 sesi, sesi pertama tentang dirigen dan sesi kedua tentang pemazmur. Pemaparan singkat tentang tugas dirigen yang pertama adalah memberi aba-aba. Aba-aba hendaknya menjadi sarana komunikasi yang mantap antara dirigen dengan anggota kor. Maka perlu diusahakan saling pengertian yang terus bertumbuh.Tugas dirigen yang kedua yaitu kontrol dan produksi suara. Sengaja dipilih istilah produksi karena dengan istilah tersebut nyata-nyata suara yang dihasilkan oleh para penyanyi itu sungguh-sungguh digarap/dihasilkan dengan suatu proses yang disadari. Pembagian suara (sopran, alto, tenor, bas) hendaknya ditetapkan dengan pertimbangan obyektif, bukan berdasarkan selera, kemudahan dan kesenangan dengan not yang mudah. Kemudian tugas dirigen yang ketiga ialah memahami nyanyian dan menentukan interpretasi. Setelah pemaparan singkat, lalu diadakan praktekan aba-aba dari 2/2, 6/8, 3/4,4/4 dan gregorian dengan lagu-lagu yang sudah familiar ditelinga.
Sesi kedua dilanjutkan dengan materi pemazmur yang dibawakan oleh Bp.Agustinus Agung Prasetyo. Dalam pemaparan materinya juga diawali tentang hal-hal yang berkaitan tentang mazmur, baik pengertian kitab mazmur, bentuk mazmur. Dalam liturgi sabda sering ada mazmur tanggapan yang menanggapi sabda Tuhan. Peran mazmur tanggapan yaitu sebagai tanggapan atas bacaan pertama, dan berfungsi sebagai pewartaan yang bersifat non rasional yang menuntut keterlibatan perasaan dan apresiasi terhadap suatu ungkapan seni. Jadi peran mazmur tanggapan tidak boleh secara mudah digantikan oleh lagu antar bacaan. Menginjak ke tugas pemazmur yaitu membawakan/melagukan mazmur tanggapan dapat pula membawakan ayat dalam bait pengantar Injil. Persiapn yang perlu dilakukan sebelum bertugas meliputi persiapan pribadi dengan berdoa mohon terang roh kudus. Latihan pribadi, latihan bersama dengan dirigen dan pengiring dan menjaga kesehatan alat-alat suara. Pada saat menyanyikan hendaknya bersikap tenang dan rileks, pandangan mata berganti-ganti antara teks dan umat. Apabila terjadi kesalahan baik nada maupun syair tidak perlu diulangi, diteruskan saja. Pertemuan yang dimulai pukul 19.30 akhirnya selesai puku 21.45. Sebagai kelanjutnya tim kerja koor paroki juga berencana mengadakan lagi pembekalan lain yang berkaitan dengan musik liturgi di lain waktu.
-siGal-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: