Pertemuan PPWL Bulan Juni


Pertemuan PPWL
Pada hari jumat (10/6) bertempat di panti paroki atas diadakan pertemuan PPWL. Pertemuan itu dihadiri 40 ketua lingkungan, dengan agenda pertemuan membahas devosi, pengisian lembar evaluasi BKL, penjadwalan tugas jaga bakti 26 jam di kapel adorasi. Untuk materi devosi dibawakan oleh Rm.Simon Atas W,Pr. Dalam pemaparannya beliau mengatakan bahwa devosi itu sikap batin atau olah batin yang lebih terhadap misal santo/santa. Di paroki kita dapat dijumpai berbagai macam devosi antara lain visitasi yaitu kebiasaan orang katolik untuk masuk ke gereja berdoa di depan tabernakel. Devosi yang kedua devosi salib suci. Banyak orang yang belum tahu dimana letak salib suci. Letaknya di sebelah kanan altar atau selatan altar. Sudah dua orang bersaksi ketika lagi menghadapi masalah melakukan devosi salib suci mendapatkan berkat dan anugerah. Devosi yang ketiga yaitu devosi Bunda Maria. Sudah beberapa tahun berjalan, mulai mengembangkan hari-hari Maria yang dirayakan di depan Gua Maria Talok Kumetiran. Seperti penutupan bulan Maria kemarin dihadiri 171 orang. Devosi yang keempat devosi rutin dengan lilin di depan patung Bunda Maria dan patung Hati Kudus Yesus. Biasanya dilakukan sesudah misa selesai. Devosi yang kelima adalah devosi jumat pertama. Di gereja Kumetiran sendiri misa jumat pertama dilakukan dua kali pagi pukul 05.30 dan sore hari pukul 17.00. Devosi yang ke enam adalah adorasi, yaitu penyembahan terhadap sakramen Mahakudus yang ditahtakan. Sebetulnya sakramen Mahakudus ditahtakan kalau ada orang yang menjaga. Tetapi sering kali jika siang hari sering tidak ada orang yang berjaga. Dalam berdevosi entah itu adorasi atau yang lainnya kalau doanya sudah terkabul, bukannya langsung plencing tidak pernah kembali lagi sregep berdoa seperti awal dulu ketika menghadapi masalah. Justru ketika doanya sudah terkabul, kita ingat dengan orang lain yang mungkin masalahnya lebih berat dari kita. Walaupun kita tidak tahu beban orang lain tetapi kita ingin membantu dalam doa.
Selesai pemaparan lalu diadakan penjadwalan tugas jaga bakti adorasi 26 jam pada hari raya Tubuh dan Darah Kristus yaitu tanggal 25 dan 26 Juni. Masing-masing wilayah telah terdaftar untuk jaga bakti selama satu jam. Untuk jadwal lengkapnya akan ditempel di papan ruang adorasi dan akan dibagikan ke ketua lingkungan masing-masing. Ketika jam waktu misa, diharapkan umat yang tidak berpartisipasi dalam misa jam itu untuk ikut berjaga bakti. Pembukaan adorasi akan dilakukan oleh Rm.Bono bersama dengan Kelompok Doa KTM dan DP harian pada hari sabtu pukul 20.00-21.00. Sedangkan penutupan akan dilakukan oleh Romo Atas bersama dengan komunitas Tritunggal Mahakudus pada hari minggu pukul 21.00-22.00. Pada pertemuan ini juga diadakan evaluasi BKL per lingkungan, dengan mengisi form yang telah disediakan dan langsung dikumpulkan. Diakhir pertemuan Romo Bono juga memberikan tambahan tentang semangat beradorasi. Dengan ber adorasi kita dilatih untuk keluar dari keegosian kita. Yang dulu pusatnya selalu aku, bahwa aku lah yang berperan, akulah yang mengatur coba kita tinggalkan dan diubah ke Tuhan yang menjadi pusatnya (theosentris). Mulai mendengarkan apa yang dikatakan Allah terhadap diri kita,keluarga kita dan bangsa kita. Dampak dari adorasi kita tidak mudah diserang atau diremehkan, karena saya telah terbiasa kehilangan diri saya karena saya adalah milik Tuhan.
-siGal-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: