Seminar Pastoral Liturgi Perkawinan Keuskupan Agung Semarang


Seminar Pastoral Liturgi Perkawinan Keuskupan Agung Semarang

Perayaan perkawinan merupakan peristiwa penting dan suci dalam kehidupan manusia sepanjang sejarah. Bahkan dalam prespektif iman kristiani, hidup perkawinan atau berkeluarga merupakan panggilan suci dari Allah sendiri dan bagi orang-orang yang telah dibaptis, perkawinan mereka menjadi sakramen, yakni lambang kesatuan kasih Kristus kepada Gereja-Nya. Justru karena kekudusan perkawiman itulah, perkawinan mesti dirayakan dalam perayaan liturgi yang agung, khidmat, baik dan berdaya guna. Berhubung adanya banyak keprihatinan di seputar liturgi perkawinan ini, maka dibuatlah buku Pedoman Pastoral Liturgi Perkawinan Keuskupan Agung Semarang. Buku pedoman ini masih bersifat uji coba dan masih memerlukan masukan dari berbagai pihak. Untuk mensosialisasikan buku pedoman ini maka pada hari Minggu (3/4) bertempat di panti paroki atas diadakan seminar pedoman pastoral liturgi perkawinan yang diikuti oleh prodiakon, seksi liturgi, sie koor, para dirigen dan pemerhati musik liturgi. Dalam pengantarnya Rm.FX.Suyamto,Pr mengutarakan bahwa kebanyakan teks perkawinan mencontoh dan mengcopy paste yang sudah ada. Yang jadi masalah kalau yang dicontoh teks itu juga salah. Dalam pemaparannya Rm. Sukawalyana,Pr mencoba menjelaskan satu persatu bagian yang ada dalam buku pedoman pastoral yang dibagikan. Dalam penerimaan sakramen perkawinan itu yang paling penting adalah janji nikahnya. Untuk penerimaan sakramen perkawinan yang diadakan pada hari Minggu dan hari raya hendaknya mengindahkan tata liturgi hari yang bersangkutan, misalnya bacaan, doauamt, kolekte pengumuman. Hal ini dilatarbelakangi oleh pertimbangan pastoral liturgis yang disatu pihak umat mempunyai kewajiban untuk berkumpul bersama umat paroki pada hari minggu, namun di lain pihak mempelai dan keluarga mempunyai kesulitan besar untuk memenuhi kewajiban tersebut. Hal lain yang sering kita jumpai adalah para fotografer dan kameramen yang bertugas mengabadikan peristiwa perkawinan, hendaknya memahami mengenai sakralitas gereja, khususnya pelataran suci (panti iman). Sangatlah mengganggu liturgi perkawian para fotografer dan kameramen yang berjalan dan berdiri sesukanya demi kepentingan pengambilan gambar. Untuk membantu ketertiban mereka dibutuhkan petugas tata tertib.
Dalam seminar ini juga dibahas tentang musik liturgi yang berkaitan dengan sakramen perkawinan oleh Bp.Agus Tridianto Liturgi sendiri adalah perayaan misteri karaya keselamatan Allah dalam Kristus, yang dilaksanakan oleh Yesus Kristus, sang Imam agung, bersama GerejaNya dalam ikatan Roh Kudus. Didalam kegiatan liturgi yang penuh makna diatas, musik dan nyanyian liturgi bukan sekedar selingan, yang mengiringi adegan-adegan yang terjadi, dan memberi suasana meriah. Musik dan nyayian liturgi menyatu secara utuh di dalam liturgi itu sendiri, yang merupakan perjumpaan antara Tuhan dan manusia, serta perjumpaan antar manusia. Maka kriteria nyanyian dalam liturgi adalah membantu terjadinya perjumpaan antara Tuhan dan manusia, serta antar manusia dan sesamanya, membantu merayakan misteri iman akan Kristus yang sedang dirayakan, mampu mempersatukan umat beriman dan membantu umat untuk berpartisipasi secara sadar dan aktif dalam perayaan liturgi. Kelompok koor bukan hanya tukang ngamen yang ditanggap untuk bernyanyi dari satu tempat ke tempat lain. Kelompok koor adalah pelayan liturgi yang mendukung agar liturgi dapat berlangsung secara khidmad. Koor membantu umat agar dapat menyanyikan nyanyian liturgi secara baik. Ada nyayian-nayanyian liturgi yang menjadi bagian koor, ada yang harus dinyayikan bersama umat.
Si gal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: