Paskah : Lebar-lebur


Refleksi Iman

Paskah : Lebar-lebur
Paskah selalu diawali dengan masa pra paskah. Masa pra paskah menjadi masa tobat dimana seluruh gereja mau membaharui diri agar layak merayakan peristiwa penyelamatan Allah. Dengan Paskah kita menyelesaikan masa tobat, masuk saat penuh suka cita karena Tuhan bangkit menyelamatkan umat. Masa tobat, masa duka, masa APP, masa pra paskah telah “lebar” (jawa=usai, rampung) dan segala dosa kita sudah “lebur” (jawa= dilebur, dihapuskan)

Lebar :
Meskipun sudah lebar/lebaran (usai, rampung) masa tobat akan baik kalau kita sejenak melihat dan sedikit mengevaluasi apa yang sudah kita lebari (sudahi) selama masa prapaskah. Gereja menganjurkan, sekaligus membebaskan seluruh umat untuk mengisi masa tobat dengan sebaik mungkin, sekaligus memilih sendiri bentuk pertobatan yang membantu penghayatan dan peningkatan iman. Ada yang menambah hari pantang, ada yang memilioh bentuk puasa lebih keras dll.
Pertanyaan yang lebih mendasar adalah = apakah ketika cita-cita dan anjuran gereja dilaksanakan dengan sungguh-sungguh.
a. Meningkatkan Doa :
Masa prapaskah diwarnai dengan meningkatnya kegiatan-kegiatan rohani. Ada yang menambah waktu doa, ada yang mengadakan rekoleksi di kelompok-kelompok tertentu, menambah jam adorasi semakin tekun dan setia mengikuti perayaan ekaristi baik mingguan maupaun harian. Dengan demikian, perayaan paskah menjadi saat suka cita karena semakin dekat dan akrab dengan Tuhan yang kebangkitaNya dirayakan oleh seluruh gereja.
b. Meningkatkan amal
Masa prapaskah sering disebut pula masa APP, masa membangun solidaritas dengan yang lemah dan miskin. Masa dimana spiritualitas berbagi kita diuji. Masa dimana orang keluar dari diri sendiri dan terlibat dengan suka duka, untung-malang sesama. Amal bukan sekedar berbagi rejeki, terlebih berbagi hidup, memberi hidup bagi sesama. Kita bersyukur, seusai masa prapaskah, selalu saja ada yang amat terbatu dalam berbagi segi kehidupan.
c. Mengembangkan matiraga
Ada kesan bahwa orang-orang modern alergi ( jauh dari rumus/kamus) dengan yang namanya mati raga. Kesempatan bagus bagi orang-orang katolik untuk menjadikan masa tobat sebagai latihan pengosongan diri (mematikan “raga”) untuk nilai-nilai spritualitas. Bentuknya jelas = puasa dan pantang.

Lebur :
Ada tradisi timur, dimana sesudah masa puasa (jawa) orang mengadakan lebaran. Kegiatan yang amat menonjol adalah silaturahmi, saling memaafkan satu sama lain. Ada pembanguanan dan pembaharuan relasi yang mungkin tidak baik menjadi baik atau yang sudah baik menjadi semakin baik lagi. Orang saling meminta dan memberi maaf (=ampun). Persaudaraan menjadi salah satu yang diperjuangkan dan diprioritaskan. Segala salah dihapuskan (=dilebur), dibuang jauh-jauh, agar orang merasa damai, aman, selamat, bersaudara. Paskah dalam tradisi kristiani merupakan perayaan puncak, dimana Allah melebur, membuang segala dosa manusia. Dan tidak main-main, pertaruhannya adalah hidup Yesus sendiri. Ia wafat dan bangkit untuk menyelamatkan manusia, membebaskan (=lebur) mereka dari segala dosa dan kesalahan . Hidup manusia tidak hanya diperdamaikan dengan manusia tetapi juga dengan, dan terlebih dengan Allah. “andai kata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah…keprcayaan kamu “ (1 Kor 15:14)

Rahmat Paskah
Berkat salib Kristus kita dilepaskan dari/terhadap dosa, dan berkat kebangkitanNya, kita memperoleh hidup baru. Oleh karena itu apa yang sudah kita renungkan dan hayati selama masa prapaskah, janganlah berhenti dengan lewatnya masa paskah ini. Justru hidup kita harus diwarnai oleh rahmat kebangkitan. Hubungan kita dengan Tuhan, melalui hidup rohani, hidup doa, mendengarkan sabda Tuhan tetap terjaga baik. Kuantitas dan kualitas doa kita makin meningkat. Relasi kita dengan sesama tetap bagus, solidaritas dan semangat berbagi terus bertumbuh, berkembang bukan hanya dalam gerakan APP. Matiraga dalam bentuk yang kita minatipun bisa terus kita pertahankan agar makin mampu keluar dari diri sendiri.
Selamat Paskah.
Berkah Dalem.
-Rm.Simon Atas W,Pr-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: