Sentuhan kasih terhadap sesama


Rubrik PIA
Tema : Sentuhan kasih terhadap sesama
Ayat emas Lukas 23 : 34 :Yesus berkata : “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.”

Cerita
Api Kasih
Pada suatu hari sang kapak, gergaji, palu dan api sedang berjalan bersama. Namun, di tengah jalan mereka tiba-tiba berhenti. Sebuah bongkahan baja yang besar tampak tergeletak menghalangi jalan mereka, sehingga mereka tidak dapat melanjutkan perjalanan. Melihat hal itu sang kapak pun maju dan dengan sekuat tenaga segera mengayunkan mata kapaknya ke arah baja tersebut dengan membabi buta. Tetapi setelah beberapa kali ditebas, justru kapak itu yang makin tumpul dan akhirnya mundur. Giliran gergaji mencoba. Beberapa kali berusaha memotong, gigi-gigi gergaji itu malah patah. Ia coba lagi dengan menekan sekuat tenaga tetapi sia-sia saja sang baja tidak berkurang secuil pun. Biar aku saja sahut sang Palu. Dengan sekuat tenaga ia ayunkan kepala palu ke baja tersebut. Sang Palu berusaha menghancurkan baja itu dengan luapan emosinya karena sang baja tidak mau bergeming sedikitpun. Tapi, ternyata karena terlalu kuatnya baja, justru palu itu yang terpental. Kini tiba giliran sang Api. Dengan tenang, sang api maju menghampiri bongkahan baja dan menyelimuti dan membelai seluruh bongkahan baja dengan nyala panasnya. Lambat laun, baja itu pun berhasil lumer dan meleleh sehingga sang kapak, gergaji, palu dan sang api dapat melanjutkan perjalanannya kembali, karena bongkahan baja telah dapat teratasi oleh hangatnya nyala api yang menyelimuti seluruh bongkahan baja.

Adik-adik dalam cerita diatas mengajarkan kepada kita bahwa tidak boleh kita membalas kekerasan dengan kekerasan. Seperti sang kapak, gergaji dan palu yang sama-sama menggunakan seluruh kekuatannya untuk menghancurkan bongkahan baja. Tetapi mereka tidak bisa menghancurkan malahan mereka hancur sendiri. Berbeda dengan sang api yang mendekatinya dengan penuh kelembutan sehingga lama kelamaan kerasnya baja dapat menjadi lunak akibat panasnya nyala api. Adik-adik dijaman ini berbagai pertikaian dan perang sering terjadi. Banyak korban yang berjatuhan. Balas membalas terus terjadi. Tetapi Yesus mengajarkan dan menunjukan sendiri teladan ketika Ia justru mendoakan dan mengampuni orang-orang yang menyalibkanNya. Semoga dalam pergaulan sehari-hari kita bisa bertindak lembut terhadap teman-teman yang mungkin sering menyakiti kita. Lebih baik kita doakan mereka. Okey….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: