Konsientisasi Arah Dasar Umat Allah Keuskupan Agung Semarang 2011-2015


Konsientisasi Arah Dasar Umat Allah Keuskupan Agung Semarang 2011-2015
“Gereja yang Signifikan dan Relevan”

Pada hari minggu tanggal 30 Januari pukul 18.30 bertempat di panti paroki atas diadakan konsientisasi ardas KAS tahun 2011-2015 oleh Rm.M.Nur Widipranoto.Pr yang dihadiri oleh seluruh anggota dewan pleno paroki Kumetiran. Mengambil istilah konsientisasi bukan sosialisasi karena adanya perbedaan, sosialisasi lebih pada ada Ardas lalu dibacakan,didoakan dan disebar, yang penting umat pernah mendengar dan pernah membaca. Berbeda dengan konsientisasi yaitu dengan penjelasan, pemaparan dapat menyentuh alam pikiran, budi, emosi dapat dimengerti dan dirasakan sikomotorik, dan ada kehendak untuk melayani.
Ardas adalah salah satu cermin paling jelas untuk melihat perjalanan iman dan pastoral gereja KAS. Sampai saat ini Keuskupan Agung Semarang telah menjalani enam Ardas (1984-1990, 1990-1995, 1996-2000, 2001-2005, 2006-2010, dan 2011-2015). Adanya ardas bertujuan pada : Cita-cita gereja KAS, Acuan dan tolak ukur karya pastoral dan kerasulan di KAS,dan sebagai sarana untuk pembelajaran dan udar gagasan untuk memajukan gereja KAS. Ada 4 tema garapan KAS, yang ditarik dari ardas ini. Tidak seperti model ardas yang barusan kita lewati yaitu tahun pertahun. Keempat tema pastoral itu yang pertama beriman yang mendalam dan tangguh. Beriman mendalam berarti memiliki pengetahuan yang benar mengenai pokok-pokok iman kristiani, mampu menghayati imannya dalam budaya setempat dan memiliki pengalaman mistik-politis yang kuat yakni keintiman relasi dengan Allah yang menggerakan keterlibatan dalam hidup menggereja. Fokus yang kedua yaitu sosial, polititik, ekonomi nasional. Gereja harus menyingkirkan segala sikap cari untung, oportunis, mental korupsi baik dalam diri warganya maupun masyarakat. Disamping itu, gereja harus berinisiatif menyelenggarakan perdamaian, penghormatan terhadap martabat manusia, menggerakkan keadilan dan solidaritas di tengah masyarakat. Prioritas yang ketiga yaitu pemberdayaan yang kecil, lemah, miskin, tersingkir dan difabel (KLMTD), karena mereka adalah harta warisan gereja yang selalu ada bersama gereja. Prioritas yang keempat yaitu pelestarian ciptaan Tuhan. Pelestariaan keutuhan ciptaan mendesak untuk diwujudkan karena merupakan panggilan dan tugas mendasar manusia untuk mengusahakan dan memelihara alam ciptaan. Disamping itu, keutuhan ciptaan telah terancam baik karena ulah keserakahan manusia sendiri maupun karena faktor murni alam. Dan diakhir tahun 2015 keempat prioritas bisa dialami, signifikan dan relevan bagi gereja dan masyarakat. Signifikan berarti bernilai, memiliki harga atau mutu penting sehingga kehadiran dan gerak gereja sungguh penting-diperhitungkan-memiliki nilai tinggi dalam diri warganya dan masyarakat. Relevan berarti sesuai atau gayut, memiliki kesesuaian, kegunaan, peran, pengaruh yang sambung dengan kehidupan konkrit warganya maupun masyarakat. Keempat tema pastoral tersebut harus digarap dan dikerjakan. Dan tidak memilih salah satu. Tiap prioritas pastoral telah diberi contoh road map nya dari tahun pertama sampai tahun kelima, dengan harapan diakhir tahun 2015, gereja KAS semakin signifikan relevan bagi warganya dan masyarakat.
-sigal-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: