Penantian di masa Adventus


Penantian di masa Adventus

Sejak Zaman PL
“Dialah yang dinubuatkan para nabi” (Pref.Adven.III).
Ketika orang Yahudi berada dalam Pembuangan, para nabi menubuatkan kehadiran Tokoh yang bukan hanya sebagai Sang Pembebas, melainkan juga Penyelamat. Paling ketara Yesaya! Bagi anda yang hari Minggu Adven III pergi ke Gereja (atau yang membaca bacaan hari ybs): sungguh akan mengerti bahwa Yesaya adalah nabi mesianik, yang paling getol menubuatkan zaman Mesianik, kedatangan sang Mesias: Penebus.
Coba ingat sejenak; ketika Yesus mengajar di Bait Allah dan kepadaNya disodori Alkitab? Saat itulah Yesus menyatakan Mesias telah datang. Tidak mudah bagi orang Yahudi menerima Yesus sebagai Mesias; apalagi tanpa “embel-embel” gelar kebangsawanan Yahudi, tetapi seorang dari dusun Nazareth, bukan imam, bukan ahli kitab bukan tokoh farisi!!

Kesediaan Maria
“Dia dinantikan oleh Bunda Perawan dengan cinta mesra” (Pref.Adven.III).
Kedatangan malaikat Gabriel membawa warta gembira kepada Maria, sekaligus “penunjukan” rencana Allah tentang keselamatan manusia; disambut oleh Maria dengan sukacita sekaligus tanda-tanya besar. Sukacita, karena merasa ‘tersanjung’ mengapa Allah berkenan memilih dia, wanita muda dari desa, tanpa pengalaman dan pengetahuan besar. Tanda-tanya, sehingga muncul dialog manusiawi antara Maria dan Gabriel. Dialog ini menunjukkan bahwa Allah menghargai kebebasan manusia untuk mengatakan ya atau tidak terhadap tawaran ini. Namun Maria dengan segala kerendah-hatiannya tidak mempunyai daya untuk menolak rencana agung Allah ini.
Sejak kesanggupan ini; kesediaan dan kesetiaan Maria teruji. Berapa kali dan kemana saja dengan keadaan apa saja: Maria lari kesana kemari, dengan penuh cinta melindungi dan merawat Yesus, bahkan sejak dalam kandungan sekalipun.

Yohanes Pembaptis, Pendahulu Yesus
”Dialah yang diwartakan oleh Yohanes Pembaptis ketika akan datang, dan diperkenalkan kepada orang banyak, sewaktu Ia muncul di hadapan umum” (Pref.Adven.III).
Perlu disimak baik-baik! Yohanes adalah Nabi TERAKHIR. Tidak ada lagi yang namanya NABI, nabi siapapun dan dari manapun. Yesus juga BUKAN nabi. Yesus adalah Tuhan yang kehadirannya dipersiapkan dengan begitu baik oleh Yohanes. Yang menyiapkan Yesus Tuhan adalah seorang Nabi besar; yang oleh Yesus dipuji sebagai Yang Terbesar diantara mereka yang lahir dari Perempuan. Pertobatan yang diwartakan Yohanes menjadi wujud nyata sebuah persiapan bagi kedatangan Yesus: hati orang disucikan, hidup orang diluruskan, sikap manusia diarahkan pada karya penebusan Allah.

Pertobatan yang secara liturgis diungkapkan dengan Pembaptisan, ternyata sebuah ritual lama yang dihidupkan kembali oleh Yohanes. Upacara pembasuhan ini menjadi gerakan massal orang Yahudi yang berbondong-bondong minta dibaptis. Pembaptisan yang dimengerti sebagai sebuah ritual ini; oleh Yohanes dituntut perwujudan nyata dalam sikap hidup.
Terbukti ketiak para serdadu datang dan orang Farisi datang: Yohanes ”nyengol” dengan mengatakan ”hari keturunan ular beludak”.
Jiwa besar Yohanes sebagai Tokoh yang mempersiapkan Yesus, tampak ketika Yohanes menunjukkan kepada murid-muridnya bahwa; itu Yesus. Yohanes tidak meresa iri dan kehilangan bahwa cukup banyak muridnya yang akhirnya mengikuti Yesus.
Peran dan tugas Yohanes adalah menyiapkan dan menunjukkan Yesus telah datang.

Masa Adven masa Sukacita
”Dialah pula yang sekarang menganugerahi kami kesempatan mempersiapkan diri untuk menyambut pesta kelahiran-Nya dengan segenap hati, supaya kami nanti didapati-Nya tekun berdoa serta bersuka-ria memuji Dia” (Pref.Adven.III).
Minggu Adven I adalah awal Tahun Liturgi yang baru. Kegembiraan mewarnai suasana adven. Kegembiraan karena segera akan hadir Tokoh Penyelamat.
Pertanyaan bagi kita :
Bagaimana suasana batinku dan keluargaku dalam menyambut Natal tahun ini?
Apakah hidup doaku meningkat, semakin mendekatkan diri dengan Dia yang kita nanti-nantikan; atau cueq-bebek sambil lalu!
Gereja semesta, lewat Prefasinya; mengajak kita semua mengisi masa adven ini dengan tekun berdoa dan bersuka-ria memuji Tuhan.
Lucu nan ironis kalamana dalam mengisi masa adven, yang notate-bene, menyiapkan Tuhan hadir: malah ”uring-uring-an”, ”neng-nengan” atas alasan perkara sepele. Jelas-jelas diskusi tentang natal, eee.. padu sampai escape.
Bukan kritikan bukan sindiran; namun ini PR bagi kita semua untuk menyiasati sisa waktu masa adven ini.
Selamat berdoa dan bersukaria menyambut Natal.
Selamat Natal 2010 dan Tahun Baru 2011.
Semoga akhir tahun dan awal tahun ini semakin membawa sukacita dalam keluarga dan komunitas kita; makin damai sejahtera, rukun harmonis di dalam Tuhan.
Sampai jumpa di tahun yang baru…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: