OMK BERDOA ROSARIO? WOW, KEREN ..!!


OMK BERDOA ROSARIO? WOW, KEREN ..!!

“Itu mustahil, gak mungkin di jaman sekarang!”, komentar sinis ini meluncur begitu saja dari mulut seorang bapak muda ketika ditanya apa mungkin Orang Muda Katolik (OMK) berdoa Rosario? Mungkin saja gambaran yang terbersit dalam benak bapak muda tadi seperti ini: kumpul bareng, acara tunggal doa Rosario, dalam suasana khusuk masing-masing mendapat giliran mengawali (Jw: bawa) doa Salam Maria satu atau dua kali sambil membawa lilin. Suasana formal kaku dalam temu OMK seperti itu hampir pasti tidak diminati. Jangankan berdoa rosario, doa pembuka untuk mengawali rapatpun kadang mereka lupakan. Bahkan ada yang berseloroh bertanya: ”Wah, pakai doa segala?” Aneh memang, tetapi pernyataan bahwa OMK tidak pernah berdoa Rosario rasa-rasanya tidak bisa dibenarkan bergitu saja. Di daerah (paroki) tertentu, mungkin hampir tidak pernah terdengar ada berita OMK berkumpul untuk berdoa Rosario, tetapi di daerah lain tidaklah bisa diandaikan sama begitu saja. Doa-doa devosi (rosario, novena, jalan salib, adorasi) bisa saja dijalankan oleh OMK, namun hahrus dengan format khusus, yaitu dengan cara yang lebih variatif dan kreatif supaya tidak membosankan. Banyak OMK menjalankan doa Rosario dan Jalan Salib ketika mereka mengadakan ziarah atau wisata rohani. Maka lepas dari apa yang mereka pikiran, mereka toh melakukan dengan semangat dan kesetiaan ..

Apakah doa Rosario itu?
Doa Rosario merupakan devosi yang sangat populer di kalangan umat Katolik. Dengan doa itu umat beriman merenungkan karya penebusan Kristus melalui 15 peristiwa sejarah keselamatan, yaitu: 5 peristiwa sukacita, 5 peristiwa sengsara, dan 5 peristiwa kemuliaan. Doa Rosario pernah dianggap sebagai doa pemberian Bunda Maria kepada St Dominikus, pendiri Ordo Pengkotbah (OP). Namun legenda ini tidak bisa didamaikan dengan fakta sejarah. Singkat sejarah mengatakan bahwa pada awalnya ada kebiasan di kalangan para rahib mendaraskan 150 Mazmur dari Kitab Suci setiap hari. Bagi mereka yang tidak bisa membaca, 150 Mazmur bisa diganti dengan 150 doa Bapa Kami. Ternyata umat beriman mempunyai kebiasaan mengucapkan doa ”Salam Maria” ketika mereka berjalan di depan patung Bunda Maria. Berapa jumlah doa yang diucapkan dihitung dengan tali, yang kemudian disebut rosario (tasbih). Di kemudian hari ada kebiasaan baru, yaitu umat beriman sering mengganti 150 doa Bapa Kami yang didoakan oleh para rahib itu dengan 150 doa ”Salam Maria”. Pada waktu itu sudah ada pembagian 150 Mazmur yang didaraskan para rahib menjadi tiga bagian. Maka ke-150 doa ”Salam Maria” juga dibagi menjadi tiga bagian, masing-masing 50 Salam Maria, yang disebut ”korona” (= mahkota). Dengan diterbitkannya buku doa harian Gereja (”Breviarium”) oleh Paus Pius V (1566-1572) doa ”Salam Maria” yang semula hanya pendek (berakhir dengan kata-kata ”dan terpujilah buah tubuhmu”) dilengkapi dengan bagian kedua hingga seperti sekarang ini.
Semula Gereja merayakan pesta wajib St Perawan Maria Ratu Rosario pada tgl 7 Oktober sebagai tanda syukur atas kemenangan tentara Kristen dalam peristiwa pertempuran besar melawan tentara Islam Turki di Lepanto (1571). Namun kemudian untuk lebih meningkatkan nilai perayaan iman Paus Leo XIII menetapkan bulan Oktober sebagai Bulan Rosario.
Ada sekian banyak peristiwa ajaib yang mendorong pimpinan tertinggi Gereja menghimbau bahkan mendesak agar umat beriman berdoa Rosario untuk memohon perlindungan Bunda Maria dari segala rongrongan kuasa kejahatan. Bunda Maria sendiri meminta agar umat beriman mendoakan Rosario lewat peristiwa-peristiwa penampakannya di Lourdes (1858), Fatima (1917) dan di berbagai tempat lainnya.

OMK berdoa Rosario?
Diharapkan seluruh umat Katolik menjalankan doa Rosario, baik pribadi maupun bersama dalam keluarga, kelompok dan lingkungan yangn lebih besar. Selama bulan Oktober umat beriman mengadakan doa Rosario, bahkan ada yang diawali dan ditutup dengan misa atau ziarah bersama. Mereka berdoa setiap hari secara begilir di suatu tempat. Ada yang bertahan sampai hari terakhir, tetapi ada pula yang ”mrotholi”, hingga tinggal beberapa gelintir orang pada akhir bulan. Bagaimana dengan OMK? Mengapa doa Rosario kurang begitu diminati oleh orang muda Katolik? Beberapa alasan bisa dijadikan bahan pertimbangan, misalnya: kurangnya informasi, motivasi, dan lemahnya intensi (misal mohon lulus ujian, mohon pekerjaan, ingin jodoh, mohon anak dll), kurangnya daya tarik dan faktor pendukung yang lain.
Benarkah OMK tidak menyukai doa Rosario? Pertanyaan ini perlu dicari jawabnya di kalangan mereka. Namun, lepas dari dari persoalan itu doa Rosario perlu mendapatkan perhatian serius dari semua pihak mengingat doa ini sudah menjadi tradisi berabad-abad. Bukan sekedar untuk meminta-minta, melainkan satu cara bagi kita untuk terlibat dalam kehidupan Bunda Maria yang telah bersatu dengan Yesus Sang Putera dalam karya penyelamatan dunia. Seperti Bunda Maria, manusia yang lemah tetapi berhasil menjadi Bunda Penebus, kitapun ingin sukses seperti dia sebagai orang-orang yang dipilih sebagai saksi-Nya. Maka doa Rosario menjadi alternatif yang sangat dianjurkan untuk mencapai keberhasilan itu. Tuhan bersabda: ”Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu” (Luk 11,9). Untuk mendoakan doa Rosario juga dibutuhkan ketekunan dan iman.
Rm.FX.Suyamta,Pr

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: