Mazmur di Bulan Kitab Suci


Refleksi iman

Mazmur di Bulan Kitab Suci

Mendengar kata “Mazmur”, umat pada umumnya mengerti sebagai lagu yang dinyanyikan atau syair yang didaraskan sesudah bacaan pertama, baik dalam Ekaristi mingguan maupun Ekaristi harian. “Mazmur” kerap dimengerti dalam Mazmur Tanggapan. Kita berterima kasih kepada Komisi Kitab Suci KAS yang tahun ini memilih tema “Kitab Mazmur sebagai buku doa.” Wujud berterima kasih kita, kita wujudkan dengan ikut ambil bagian, memahami dan mendalami kitab Mazmur tersebut dalam pertemuan-pertemuan di tingkat wilayah atau lingkungan selama Bulan Kitab Suci ini.

Pencerahan
Mazmur (Yunani=psalterion) adalah alat musik bertali yang mengiringi nyanyian. Kumpulan Mazmur ini berjumlah 150. Dari 150 buah Mazmur itu terdapat Mazmur puji-pujian, Mazmur permohonan (baik bersama maupun perorangan) dan Mazmur ucapan syukur. Seruan-seruan yang berupa pujian, permohonan maupun syukur ini dicetuskan para pemazmur dalam suasana tertentu pada zaman mereka dan sifatnya amat personal. Namun Mazmur-Mazmur tersebut mempunyai makna universal, sebab ternyata bisa mengungkap sikap hati manusia terhadap Allah.

Pendalaman BKSN
Kesempatan yang bagus sekali bilamana kita bersama-sama umat sewilayah/lingkungan mendalami Mazmur sesuai buku pegangan yang telah disiapkan panitia BKSN KAS. Bahkan bahan itu spesifik untuk umat lingkungan, untuk kaum muda, dan untuk PIA, sebagai bahan pendalaman. Draft yang disiapkan tim BKSN KAS sangat lengkap, mulai dari menjelaskan Mazmur itu apa, siapa pengarangnya, kapan dan di mana disusun, bagaimana membaca-memahami-mendalami Mazmur. Bahkan, disiapkan pula bahan pertemuan yang mencoba mengaplikasikan Mazmur yang ditulis beribu-ribu tahun yang lalu untuk dihadirkan pada zaman ini. Cukup menarik bukan?

Buku Doa
Tidak banyak yang tahu kalau orang Katolik zaman dahulu berdoa dengan lima waktu: officium lectionis/ibadat bacaan (1), laudes/ibadat pagi (2), hora media/ibadat siang (3), vesperae/ibadat sore (4) dan completorium/ibadat penutup (5). Dan, yang didoakan adalah Mazmur. Dalam perkembangan Gereja, karena kesibukan mengurus dunia, mengurus keluarga dan mencari uang, maka doa lima waktu itu seolah-olah menjadi “hak/wilayah” para rohaniawan dan biarawan-biarawati. Rupa-rupanya ada gerakan yang melestarikan jumlah 150 itu dengan mendoakan tiga periswtiwa Rosario suci Santa Perawan Maria. Harapannya adalah umat yang tidak bisa mendoakan Mazmur di dalam lima waktu, tetap punya waktu untuk berdoa (maaf,meskipun,hanya) Rosario.

Tradisi Pemazmur
Karena gerakan liturgi yang baru antara lain mewajibkan penggunaan “Mazmur Tanggapan” (bukan lagi “lagu antar bacaan”) maka muncullah kelompok-kelompok tim kerja Pemazmur. Mereka adalah sekumpulan orang yang punya minat dan niat untuk menyanyikan Mazmur Tanggapan dengan baik dalam Ekaristi. Ada yang mandiri, ada yang menjadi satu dengan lektor. Bagaimana paguyuban pemazmur di paroki kita? Jangan lupa bahwa Mazmur Tanggapan bukanlah sekadar selingan di antara dua bacaan atau sekadar isian dalam Ekaristi. Mazmur Tanggapan adalah juga pewartaan Kitab Suci. Pedoman liturgi baru juga menegaskan bahwa dalam Ekaristi Mazmur dinyanyikan di mimbar sabda. Ditegaskan pula bahwa mimbar sabda di panti imam itu hanya satu (tidak dua seperti yang ada di banyak gereja, termasuk gereja Kumetiran dan stasi Bedhog). Pekerjaan rumah bagi kita untuk memikirkan bagaimana dikemas ulang, sehingga mimbar sabda hanya satu sebagai pusat pewartaan, di mana kitab suci dibacakan, Mazmur Tanggapan dikidungkan, dan homili disampaikan.

“Hatiku siap, ya Allah, hatiku siap, aku mau menyanyi, aku mau bermazmur.” (Mazmur 57:8).
Rm. Simon Atas Wahyudi, Pr.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: