Kuatnya Sebongkah Harapan


Rubrik PIA

Bacaan Mazmur 23 : 4
“Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gadaMu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.”

Kuatnya Sebongkah Harapan

Dahulu kala di sebuah kota hiduplah sepasang suami istri yang bahagia. Mereka terkenal sebagai pengusaha yang cukup sukses. Banyak sekali pabrik yang mereka miliki. Ketika sang suami jatuh sakit parah dan memerlukan pengobatan yang mahal, satu per satu pabrik miliknya dijual. Harta mereka terkuras untuk membiayai berbagai pengobatan. Rumah yang di kota pun dijual, hingga akhirnya harus berpindah ke pinggiran kota. Mereka membuka rumah makan sederhana untuk menyambung hidup. Berbagai pengorbanan yang dilakukan oleh keluarga itu tetap saja tidak dapat menolong sang suami. Hingga akhirnya sang suami pun tiada.
Beberapa tahun kemudian, satu-satunya rumah makan yang mereka punyai itu harus berganti menjadi warung makan yang lebih kecil di sebelah pasar. Setelah lama tak terdengar kabarnya, kini setiap malam tampak sang istri dibantu anak dan menantunya menggelar tikar dan berjualan di alun-alun kota. Cucunya pun sudah bertambah. Orang-orang masih mengenal masa lalunya yang berkelimpahan. Namun ia tak kehilangan senyumnya yang tegar saat meladeni para pembeli. “Wah ibu, bagaimana kau sedemikian kuat?” tanya mereka suatu kali. “Harapan nak! Jangan kehilangan harapan. Bukankah seorang guru dunia pernah berkata, karena harapanlah seorang ibu menyusui anaknya. Karena harapanlah kita menanam pohon meski kita tahu kita takkan sempat memetik buahnya yang ranum. Sekali kau kehilangan harapan, kau kehilangan seluruh kekuatanmu untuk menghadapi dunia.”

Adik-adik… cerita pendek diatas mengingatkan kita bahwa baik dalam keadaan susah maupun senang, kita tetap memegang harapan akan kasih Tuhan yang menyertai kita. Jangan sampai ketika situasi sedih, kita malah malas berdoa dan menjauh dari-Nya. Ingatlah bahwa kita mempunyai Gembala yang baik yaitu Yesus sendiri. Ia senantiasa mendampingi kita berjalan dalam lembah kekelaman, dan menuntun ke jalan yang benar. Ia membimbing ke air yang tenang, dan membaringkan kita di padang yang berumput hijau. Teruslah mempunyai harapan yang besar….! (siGal)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: