“Tidak tahu berterima kasih”


Rubrik PIA
“Tidak tahu berterima kasih”
bacaan Ibrani 13:15-16 ; Sebab itu marilah kita, oleh Dia senantiasam mempersembahkan korban syukur kepada Allah yaitu ucapan bibir yang memuliakan namaNya. Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah.
Cerita Buaya yang tidak tahu membalas budi
Seekor buaya sedang menyantap makan paginya dengan rakus. Tiba-tiba sepotong tulang tersangkut di tenggorokannya. Ia mencoba memuntahkannya, tetapi usahanya sia-sia saja. “Tulang kurang ajar,” gerutu buaya sambil memegangi lehernya. Ia merasa tersiksa dengan tulang itu. Ia hampir menangis ketika tiba-tiba matanya menangkap bayangan seekor angsa yang mau berenang ke danau. Katanya dalam hati,”aku akan meminta tolong kepada angsa, ia memiliki leher yang panjang, kuharap ia dapat mengeluarkan tulang celaka ini dari tenggorokanku.” Dengan tergesa-gesa buaya mendatangi sang angsa. Ia segera mendekati sang angsa yang sedang berdiri di pinggir danau. “Selamat pagi angsa” kata buaya dengan suara lembut dan merdu. Sang angsa buru-buru akan melarikan diri ketika melihat siapa yang menyapanya. Ia sangat takut kepada buaya, mengingat saudara-saudaranya banyak yang menjadi santapan si buaya. “Sang angsa jangan tinggalkan aku, aku butuh bantuannya, aku pnya masalah besar sekarang,” suara buaya terdengar memelas. “Baiklah” sahut angsa. Tetapi angsa tetap berdiri jauh-jauh dari si buaya sambil berkata : “seekor buaya membutuhkan bantuan angsa? Kau pikir aku percaya? Bagaimana dengan saudara-saudaraku, bukankah kau telah membunuh mereka, kau ingat itu ?” Baiklah angsa, saya minta maaf dan kita lupakan kejadian yang sudah-sudah. Aku menyesal telah melakukannya, sekarang aku sangat membutuhkan bantuanmu ” kata buaya sambil melangkah maju. “Tetap di sana buaya” teriak angsa. “Aku belum mau mati ditanganmu.” “Tenanglah angsa aku tidak akan memangsamu percayalah padaku. Aku akan memberimu hadiah kalau kamu bisa menolongku.” “Menolongmu ?” cibir angsa. “Aku tidak bisa kau bodohi, aku tahu kau sedang lapar dan kau akan memangsaku.” “Angsa tidakah kau lihat, aku sangat menderita? sebuah tulang menyangkut di tenggorokanku. Jika tidak segera dikeluarkan, aku akan segera mati” kata si buaya dengan suara pelan. “Kasihan sekali tapi apa yang bisa kulakukan untukmu? Aku bukan seorang dokter?” “Aku tahu kau bukan dokter, tetapi kau punya leher yang panjang, kau bisa memasukannya ke dalam mulutku dan mengeluarkan tulang itu.” “Memasukan leher panjangku ke dalam mulutmu? Itu sangat berbahaya tuan buaya, aku minta maaf, aku tidak melakukan.” “Aku sekarat, tolonglah aku angsa” rengek buaya. “Hanya kau satu-satunya yang bisa menolongku. Aku berjanji akan memberi hadiah yang istimewa.” “Baiklah aku akan mencobanya, sekarang bukalah mulutmu” Sang angsa segera memasukan lehernya ke mulut buaya dan mengeluarkan sepotong tulang yang berada di tenggorokannya. “Apakah kau merasa baik sekarang?” tanya si angsa, kemudian buaya yang merasa tenggorokannya sudah kembali normal, merasa senang dan tertawa dengan suara nyaring. Tetapi tiba-tiba ia menghentikan tawanya lalu memandang angsa. “Kenapa kau berdiri di situ memandangiku? Sana pergi!! usir buaya dengan suara lantang. “Tapi kau berjanji akan memberiku hadiah. Sekarang berikan hadiah itu buaya” seru si angsa. “Hadiah? seharusnya kau berterima kasih aku tidak menelanmu ketika lehermu berada dalam mulutku. Bukankah itu sudah cukup hadiah buatmu. Pergilah!! sebelum aku menerkammu dan menjadikanmu santapan siangku.”

Waduw jangan ditiru ya adik-adik perbuatan si buaya tadi. Awalnya dia merengek-rengek minta bantuan tetapi setelah dibantu malah mengingkari janjinya dan malah membentak-bentak. Ada banyak orang yang sikapnya seperti buaya yang tidak tidak tahu berterima kasih. Tetapi kita sebagai anak-anak Tuhan yang manis, harus selalu berterima kasih kepada sesama kita yang telah membantu menolong kita. Apakah orang tua kita, kakak kita,adik kita atau teman-teman kita. Dengan berterima kasih, itu menunjukan bahwa kita senang telah dibantu atau telah diberi. Terlebih lagi kepada Tuhan yang selalu memberkati dan melindungi kita setiap waktu. Kita harus selalu berdoa untuk mengucapkan syukur dan terima kasih kepadaNya setiap hari.
Sigal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: